Iman dalam suka maupun duka

“Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini..” Ulangan 8: 11

Pagi ini saya membaca kisah pertemuan Yesus dengan sepuluh penderita kusta (Lukas 17: 11 – 19).  Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus memasuki suatu desa, datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh  dan berteriak memanggil Yesus meminta belas kasihanNya. Yesus hanya memandang mereka dan menyuruh mereka untuk menemui para imam. Sungguh ajaib bahwa dalam perjalanan untuk menemui imam-imam, di tengah jalan mereka menjadi sembuh. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria, orang yang tidak disenangi orang Yahudi. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi sembuh? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Yesus berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Suatu kisah nyata yang membuat saya berpikir: siapakah orang yang beruntung dan telah diselamatkan ini?

Tidak dapat diragukan bahwa sepuluh orang kusta itu bisa mewakili semua manusia yang sudah lama hidup menderita. Umat manusia yang hidup dalam dosa, dan sepuluh orang yang menerima tawaran karunia penyelamatan Tuhan. Sepuluh orang disembuhkan sakitnya, tetapi hanya satu orang yang mempunyai iman yang menyelamatkan. Sembilan orang yang lain mungkin sebanding dengan orang Kristen yang lupa kepada Tuhan jika sudah berada dalam keadaan nyaman dan bahagia. Sembilan orang itu mungkin seperti bani Israel yang sering menjadi sombong ketika mereka mengalami kejayaan dan lupa kepada Tuhan yang sudah membawa mereka keluar dari tanah Mesir (Ulangan 8: 12 – 14).

“….dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan …..”

Dalam hidup ini memang ada banyak orang yang dulunya mempunyai pengharapan kepada Kristus dan sudah menerima berbagai berkatNya. Mereka yang menyebut diri mereka Kristen tetapi sudah meninggalkan Kristus untuk menikmati kegembiraan dan kenyamanan hidup mereka. Mereka yang sesudah berjumpa dengan Dia dan menerima kasihNya, kemudian pergi dan tidak pernah kembali menemui Kristus untuk menyembah Dia dan memuliakanNya. Hidup mereka kemudian kembali diisi dengan hal-hal yang membuat diri mereka seperti tuhan yang perlu dimuliakan. Mereka sibuk dalam kenyamanan hidup mereka dan lupa bahwa Tuhanlah yang sudah memberi mereka berbagai karunia. Mereka tidak mau lagi berpegang pada perintah, peraturan dan firmanNya; mereka sudah menghujat Tuhan.

Memang adalah ciri manusia bahwa mereka lebih mudah berseru kepada Tuhan jika mereka dalam penderitaan atau kesulitan. Mereka tahu bahwa hanya Tuhan yang dapat memberikan pertolongan. Tetapi, ketika Tuhan memberi mereka pertolongan, mereka dengan mudah merasa bahwa itu adalah sudah seharusnya. Take it for granted.  Mereka lupa bahwa karena Tuhan sudah mengasihi mereka, adalah kewajiban bagi mereka untuk memuliakanNya.

Ada tiga unsur iman yang membawa keselamatan, yaitu percaya, berserah dan taat. Sepuluh orang sudah percaya dan berserah, tetapi hanya seorang dari sepuluh itu yang taat. Sayang sekali! Iman dari Tuhan  tidak boleh berhenti bekerja ketika ombak laut sudah terasa tenang, tetapi harus tetap dipakai dalam segala keadaan. Dengan demikian, ketaatan kepada perintah, peraturan dan ketetapan Tuhan harus selalu dipertahankan. Apakah kita mempunyai iman yang membawa keselamatan? Hanya kita yang bisa menjawabnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s