Antara dusta dan berhala

“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.” Roma 1: 25

Jika anda rajin membaca berita media, tentu anda menyadari bahwa media apapun di zaman ini selalu berusaha menampilkan berita-berita yang membuat banyak orang menjadi tertarik untuk membacanya. Bagi pengusaha media, jumlah pembaca umumnya dapat dihubungkan dengan penghasilan uang. Makin banyak pembaca atau pemirsa, makin banyak pemasukan uang dari langganan dan iklan.

Media resmi di Australia adalah ABC (Australian Broadcasting Corporation) yang dibiayai pemerintah Australia. ABC memiliki siaran TV, radio dan koran internet yang sama sekali tidak menampilkan iklan. Jika dibandingkan dengan media-media lain di Australia, ABC adalah media yang paling bisa dipercaya karena tidak berpihak kepada partai politik tertentu dan tidak bisa dipengaruhi pemerintah. Sekalipun demikian, kadang-kadang berita yang disampaikan ABC juga bernada “miring”, mungkin karena adanya usaha untuk menarik perhatian pembaca atau pemirsa.

Mengapa manusia sering membuat berita-berita yang tidak benar, tentunya banyak sebabnya. Mungkin sekadar untuk ingin menarik perhatian, atau mungkin juga untuk mencari uang. Tetapi kebohongan juga bisa dipakai untuk menjelekkan orang lain atau menutupi kesalahan sendiri. Selain itu, tentu ada orang yang mengarang berita untuk menimbulkan kekuatiran orang lain dan maksud-maksud jahat tertentu.Karena itu, mereka yang senang mengikuti berita-berita setiap hari harus sadar bahwa berita apapun seharusnya tidak langsung bisa dianggap benar.

Ada banyak kebohongan di dunia ini. Bohong kecil, bohong besar. Ada juga bohong kecil untuk sopan santun, white lies. Mereka yang menganggap bohong kecil sebagai suatu yang bisa diterima karena tidak berdampak negatif, mungkin tidak sadar bahwa bagi Tuhan yang mahasuci, semua kebohongan adalah dosa. Allah tidak menyenangi kebohongan apapun – sekalipun  itu tidak berbahaya, dianggap lumrah, bisa dimengerti,  lucu, ataupun bertujuan baik. Memang semua kebohongan haruslah dihindari karena kebohongan besar bisa  tumbuh dari kebiasaan, kebudayaan atau sistem yang menerima kebohongan kecil.

Kebohongan dalam kenyataannya, bisa menjadi kebiasaan yang tidak lagi menjadi masalah dalam hidup manusia. Ada bohong yang dilakukan individu, ada juga bohong yang dilakukan banyak orang secara kolektif. Ada yang muncul dalam rumah tangga, di kantor, dalam pemerintahan dan dimana saja. Malahan, khotbah-khotbah di gereja pun sering diselingi dengan hal-hal yang tidak nyata kebenarannya. Orang memang senang mendengarkan ilustrasi-ilustrasi yang lucu, yang bisa menghilangkan rasa bosan atau kantuk. Selain itu, kesaksian-kesaksian yang tidak jelas kebenarannya sering juga dipakai untuk menarik perhatian masyarakat.

Sekalipun mungkin tidak disadari, semua kebohongan pada akhirnya berakhir dengan penistaan. Mungkin ada orang lain yang ternista, ataupun kelompok lain. Tetapi yang jelas ternista adalah Tuhan yang membenci apa yang tidak benar. Tuhan dengan kesucianNya melarang semua manusia untuk berdusta. Dusta apapun adalah pelanggaran akan hukumNya dan karena itu adalah tindakan yang mengabaikan Dia. Lebih-lebih lagi, dengan dusta banyak orang berusaha untuk mencapai kesuksesan dan kemasyhuran. Dengan dusta, banyak orang ingin dipandang sebagai orang baik yang patut dihargai dan dihormati dalam lingkungan hidupnya. Dengan membuat dan mempercayai dusta, orang bisa terjebak dalam pemujaan sesama manusia. Pemujaan berhala memang sering terjadi jika kebenaran Tuhan diganti dengan kebohongan manusia. Idolatry begins when truth about God is exchanged for a lie.

Pagi ini, ayat diatas mengingatkan kita untuk hidup dalam kebenaran Tuhan dengan menghindari dusta, dan dengan mengingat bahwa hidup kita adalah untuk kebesaranNya. Kita harus awas bahwa dusta-dusta kecil  dan besar bisa saja muncul dari mulut kita atau orang lain. Kita harus sadar bahwa semua manusia sering tergoda dan jatuh kedalam dosa ini. Berbagai dusta bisa saja muncul dari orang-orang yang kita hormati dan segani; dan jika kita tidak berhati-hati dengan memegang kebenaran Tuhan, kita bisa tertipu dan terjebak dalam dosa pemujaan berhala. Marilah kita selalu berdoa agar Roh Kudus selalu membimbing kita dalam hidup ini, sehingga kita bisa menghindari dusta dan bisa selalu hidup dalam kebenaran Tuhan demi kebesaranNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s