Bergembira sekalipun menderita

“Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.” Kisah Para Rasul 5: 40 – 41

Pada saat ini, sekitar 2400 juta orang yang menganut agama Kristen atau sekitar 33% dari penduduk dunia. Jika orang membaca kisah kematian dan kebangkitan Kristus, mungkin mereka heran bagaimana apa yang terjadi di Israel pada waktu itu kemudian bisa membuat banyak orang menjadi pengikut Kristus.

Bagaimana kabar baik, bahwa melalui Yesus umat manusia bisa memperoleh keselamatan, bisa menyebar ke seluruh bangsa di dunia dalam waktu 2000 tahun? Bagaimana kepercayaan Kristen bisa berkembang dari apa yang dianut bangsa Yahudi saja, menjadi satu agama yang paling besar penganutnya di dunia? Hal ini bukan saja sesuatu yang menarik untuk dipelajari oleh ahli sejarah, tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Ini bukanlah hal yang biasa, tetapi tentu terjadi hanya karena kehendakNya.

Kematian Kristus di kayu salib adalah kulminasi kejahatan manusia kepada Tuhan. Dengan menyalibkan Yesus, manusia membunuh Tuhan yang sudah turun ke dunia untuk menyelamatkan mereka yang percaya. Jika penderitaan murid-murid Yesus sudah berlangsung sebelum penyaliban Yesus, sejak kebangkitanNya penderitaan mereka makin bertambah karena banyak orang yang kuatir bahwa Yesus dan kemenanganNya atas maut akan mempengaruhi opini masyarakat. Penderitaan itu tidaklah mengherankan pengikutNya karena itu sudah pernah dinyatakan Yesus sebelum kematianNya.

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” Yohanes 15: 18

Dalam kenyataannya, penderitaan umat Kristen itulah yang membuat banyak orang menjadi heran bagaimana mereka tetap setia kepada Yesus sekalipun harus menderita. Bahkan ayat pembukaan diatas menyatakan bahwa murid-murid Yesus bersukacita dengan adanya penganiayaan, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Yesus tentunya adalah Tuhan yang memberi kekuatan dan ketabahan kepada murid-muridNya!

Pagi ini, bagaimanakah perasaan anda atas hidup ini? Adakah perasaan bahwa sebagai orang Kristen anda mengalami perlakuan yang tidak baik atau tidak adil oleh orang-orang di sekitar anda? Apakah orang lain menganggap anda sebagai orang yang “aneh” jika anda tidak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan? Apakah anda diberi julukan “fanatik” ketika anda ingin menjalankan ibadah anda dengan sebaik-baiknya? Semua itu memang terasa berat, tetapi banyak orang Kristen yang mengalami apa yang jauh lebih berat, seperti kematian dan berbagai siksaan di tangan orang-orang yang membenci Kristus. Kita yang percaya kepada Kristus harus percaya bahwa semua itu bisa membawa kemuliaan bagi Dia dan iman yang teguh bagi seluruh umatNya jika kita tetap setia kepadaNya.

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Roma 5: 3 – 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s