Siapakah kita di hadapanNya?

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Lukas 17: 10

Memperoleh upah dan penghargaan (reward) adalah salah satu tujuan orang dalam bekerja. Mereka yang ingin bekerja, tentunya ingin mencari pekerjaan yang bisa menghasilkan pendapatan yang cukup dan kepuasan. Begitu juga orang Kristen agaknya sudah terbiasa mendengar ungkapan “upahmu besar di surga”, yang mungkin bisa memberi semangat untuk bekerja makin giat bagi kemuliaan Tuhan.

Tetapi, sekalipun Alkitab memberi harapan bahwa mereka yang bekerja dengan giat untuk Tuhan akan menerima ganjaran yang sesuai di surga, apakah sepatutnya kita menuntut upah dari Tuhan setelah menjalankan tugas-tugas kehidupan kita selaku orang Kristen?

Dalam Alkitab, kata “upah” bukan menunjuk kepada hak orang yang setia kepada Tuhan, tetapi kepada kemurahan Tuhan kepada orang yang berkenan kepadaNya. Dalam hal ini, ada orang Kristen yang ingin berbuat baik agar memperoleh apa yang lebih besar bagi diri mereka. Perbuatan baik yang berdasarkan pamrih seperti itu bukanlah merupakan pernyataan syukur kepada Tuhan atau pelaksanaan perintahNya.

Lebih lanjut, orang Kristen yang menerima kebaikan orang lain sering berkata “semoga Tuhan membalas kebaikanmu berlipat ganda”. Memang, mereka yang merasa berhutang budi kepada seseorang, berharap agar Tuhan yang membalas budi si pemberi. Walaupun demikian, Tuhan bukanlah yang berhutang budi.

Banyak orang Kristen yang kemudian kecewa jika dalam hidup Tuhan terasa kurang memberkati mereka. Mengapa Tuhan seakan tidak menghargai jerih-payah mereka? Mereka lupa bahwa segala apa yang baik datang dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan.

“Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” Kisah Para Rasul 17: 24 – 25

Ayat yang ditulis Lukas diatas memberi gambaran hubungan kita dengan Tuhan yang mahabesar, yang dalam hal ini serupa dengan hubungan antara tuan dan hambanya. Hubungan sedemikian tidaklah umum pada zaman sekarang, sehingga kita mungkin sulit untuk membayangkannya. Si tuan yang menyuruh hambanya untuk melakukan suatu tugas adalah orang kaya yang memelihara dan mencukupi hidup hambanya. Karena itu jika tuan itu memberikan tugas untuk hambanya, ia tidak perlu mengucapkan terima kasih, karena tugas itu memang seharusnya dijalankan si hamba.

Tuhan adalah mahakuasa dan mahakaya, dan karena itu Ia sebenarnya tidak membutuhkan pertolongan atau bantuan manusia dalam bentuk apapun. Jika Ia mau menerima apa yang kita persembahkan, baik itu berupa materi ataupun tenaga dan usaha, itu karena Ia ingin memberikan kesempatan bagi manusia untuk mempunyai hubungan yang erat denganNya. Tuhan menghargai mereka yang menghormati Dia sebagai Tuhan yang mahabesar. Tuhan menyenangi mereka yang memuliakanNya dan karena itu Ia mau memberkati mereka yang dengan rendah hati dan tulus menjalankan kewajiban mereka.

Pagi ini, mungkin kita berpikir bahwa Tuhan seharusnya memberi kita lebih banyak berkat karena kita sudah berusaha keras untuk hidup sesuai dengan perintahNya. Kita mungkin rajin ke gereja dan seringkali menolong orang lain. Kita mungkin kecewa jika Tuhan nampaknya lupa untuk menunjukkan rasa terima kasihNya kepada kita. Tetapi, semua perbuatan baik adalah sesuatu yang sudah sepantasnya kita lakukan sebagai hambaNya. Kita berbuat baik bukan untuk mencari pahala, tetapi untuk menyatakan rasa syukur kita kepada Tuhan yang sudah memilih kita. Dengan kerendahan hati kita harus menghampiri tahtaNya sambil bersyukur bahwa kita manusia yang penuh cacat cela ini masih bisa menerima keselamatan melalui penebusan Kristus. Untuk kita, adalah suatu kehormatan jika kita bisa berbuat sesuatu yang baik bagi Tuhan dan sesama kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s