Berpihak kepada siapa?

“Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Yakobus 4: 4

Bulan ini pertandingan tenis Wimbledon dimulai. Mereka yang menggemari tenis tentunya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menonton TV channel yang menyiarkan pertandingan ini. Wimbledon adalah turnamen tenis yang paling tua sedunia dan dipandang paling elit diantara pertandingan tenis grand slam lainnya.

Bagi mereka yang mengikuti Wimbledon, sistim pertandingannya tidaklah jauh berbeda dengan pertandingan sepakbola sedunia. Setiap pemain yang terpilih untuk ikut bertanding harus menghadapi lawannya, dan jika menang ia bisa maju ke babak berikutnya. Dalam hal ini, pecinta tenis sejati tentu mempunyai seorang pemain favorit yang diharapkan untuk memenangkan semua pertandingannya dan kemudian menjadi juara. Bagi mereka, tidak ada pemain lain yang patut dikagumi selain favorit mereka.

Bagi orang-orang Kristen sejati, Tuhan adalah satu-satunya Oknum yang patut dihormati. Mereka percaya bahwa tidak ada hal, benda atau makhluk apapun yang bisa dimuliakan selain Tuhan. Semua yang di luar Tuhan adalah kesia-siaan dan pada akhirnya akan lenyap atau mati. Karena itu, Tuhan yang mengasihi umatNya, ingin agar mereka selalu menyadari bahwa jika ada yang terlihat sebagai sesuatu yang berharga di mata manusia, semua itu bukanlah tandingan Tuhan.

Adalah suatu yang mengherankan jika ada orang Kristen yang masih mengagumi sesuatu yang terlihat berharga di dunia ini. Mungkin itu adalah cara hidup, gaya hidup, harta-benda, karir ataupun orang-orang tertentu yang dikagumi. Bagi Tuhan, semua itu adalah tindakan penyelewengan. Bagaimana bisa orang yang mengaku bahwa Tuhan adalah satu-satunya yang mahakuasa, Sang Juara di atas segala juara, tetapi tetap mau mendukung apa yang fana?

Tuhan adalah Tuhan yang cemburu jika Ia melihat bahwa sebagian umatNya mempunyai banyak favorit, yang membuat mereka sering melupakan bahwa Tuhan saja yang patut disembah dan dimuliakan. Melihat umatNya yang bersahabat dengan dunia, Tuhan dengan tegas berkata bahwa mereka menjadikan diri mereka musuhNya. Umat Tuhan tidak bisa mendukung Tuhan dan juga pengikut dunia. Umat Tuhan tidak dapat menjadi pendukung Tuhan dan juga pendukung iblis.

Dalam pertandingan antara Tuhan dengan iblis, iblis sudah dikalahkan melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Mengapa pula ada orang-orang yang masih mengagumi iblis dan segala tipu-dayanya yang membawa kebinasaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s