Tidak semua orang mengenal Yesus

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.” Yohanes 10: 14

Cuaca hari ini sangat cerah dan memberi kesempatan bagi saya untuk bisa duduk di sebuah cafe, mengamati kesibukan orang yang berlalu-lalang di tengah kota. Segala jenis manusia bisa terlihat, baik tua atau muda, pria atau wanita, dan dari bermacam bangsa.

Melihat manusia yang berbagai jenis dan rupa itu, mau tidak mau saya menjadi kagum atas kebesaran Tuhan. Bukan saja Tuhan sudah menciptakan berbagai jenis binatang dan tumbuhan, Ia juga menciptakan manusia yang mempunyai ciri-ciri penampilan yang berbeda dan tersebar di seluruh penjuru dunia, sekalipun pada mulanya berasal dari ciptaanNya yang satu jenis di satu tempat saja.

Melihat banyaknya orang yang lewat di depan saya, saya mau tidak mau merasa bersyukur bahwa Tuhan jelas mengasihi seluruh umat manusia dan memberkati mereka sehingga mereka maju dalam segala bidang kehidupan selama abad-abad yang silam. Walaupun demikian, saya tahu bahwa tidak semua orang yang saya lihat mau dan bisa menyadari besarnya kasih pemeliharaan Tuhan dalam hidup mereka.

Jika Tuhan secara umum mengasihi setiap manusia, sebagian manusia memilih untuk melupakan Tuhan. Dari Alkitab dan juga sejarah kita bisa menyadari bahwa banyak orang yang tidak mau untuk percaya bahwa Tuhan Sang Pencipta itu ada dan perlu untuk disembah. Mereka memilih untuk hidup bebas menurut apa yang disukai.

Begitu banyak orang yang hidup di dunia, tetapi tidak semua orang akan diselamatkan. Ini adalah sebuah kenyataan yang mungkin bisa membawa rasa sedih dalam hati kita. Tuhan sebenarnya mengasihi semua orang dan segala bangsa, tetapi sebagian orang mengabaikan kasihNya yang sudah dinyatakan dalam pengurbanan Yesus. Selain itu, ada juga orang yang mengenal nama Tuhan dan Yesus tetapi tidak mau hidup sebagai dombaNya, yaitu orang yang menurut firmanNya. Tetapi, patutkah kita hanya melihat kehidupan orang lain?

Pagi ini, pertanyaan ada untuk kita semua: apakah kita sendiri sudah benar-benar menjadi domba-domba Kristus. Jika ya, tentunya hidup kita bukanlah menurut kehendak kita sendiri. Jika kita memang adalah domba Yesus, kita tentu bisa menyadari betapa besarnya kasih Tuhan dan mau mengikuti langkahNya setiap saat dan keadaan. Tidak semua orang benar-benar mengenal Yesus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s