Tetaplah berpegang pada satu kebenaran

“Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.” Imamat 19: 19

Pada zaman ini, pandangan orang tentang mereka yang lain latar belakangnya sudah mengalami banyak kemajuan. Dengan pengertian yang makin baik tentang hak azasi dan dengan majunya hubungan antar manusia, orang mulai bisa menghargai orang lain yang berbeda ras, bahasa, budaya, agama dan cara hidup. Dengan demikian, orang tidak gampang-gampang menolak atau merendahkan orang lain yang berbeda latar belakangnya.

Dengan perubahan yang terjadi di zaman modern, banyak orang yang merasa “maju” jika mereka bisa hidup bersama dengan damai bersama orang yang sebenarnya berpandangan hidup yang sangat berbeda. Hal yang sedemikian adalah baik, dan Alkitab memang menunjang prinsip kesamaan derajat antar umat manusia. Walaupun demikian, Alkitab mengajarkan bahwa tidak semua orang dapat digolongkan sebagai umat Tuhan. Ada orang yang dapat digolongkan sebagai domba Yesus dan gandum, tetapi ada pula yang bukan termasuk dombaNya (Yohanes 10: 26) dan mungkin bisa tergolong jenis lalang (Matius 13: 38).

Agama memang adalah salah satu hal yang dapat membedakan manusia yang satu dengan yang lain. Dalam lagu “Imagine“, John Lennon membayangkan betapa dunia akan tenteram jika tidak ada agama. Itu ada benarnya, tetapi dalam hal hidup beragama hal yang jahat biasanya bukan karena adanya perbedaan agama, tetapi karena adanya manusia yang memutar-balikkan ajaran agamanya sehingga timbul permusuhan antar sesama manusia. Adanya perbedaan dalam hidup tidaklah dapat dihilangkan, tetapi tidaklah harus menimbulkan kebencian. Pada pihak yang lain, mereka yang berusaha menghilangkan kebencian dengan menghilangkan perbedaan, bisa melenyapkan kebenaran.

Ayat di atas menunjukkan adanya perbedaan: ada dua jenis ternak, ada dua jenis benih dan ada dua jenis bahan pakaian. Walaupun demikian, isi ayat itu bukanlah mengenai 3 jenis perbedaan itu. Ayat itu menggambarkan perbedaan antara umat Tuhan dan orang yang tidak mengenal Tuhan. Kedua kelompok ini adalah ciptaan Tuhan yang sama derajatnya, tetapi sangat berbeda dalam hal iman, sehingga keduanya tidak boleh dicampur-adukkan. Mereka yang beriman, tetapi menerima cara hidup orang yang tidak beriman, lambat laun akan berubah gaya hidupnya dan menjalani hidup seperti orang yang tidak beriman. Mereka yang menerima Yesus sebagai Juruselamat, tetapi juga bisa menerima pendapat bahwa ada jalan lain menuju ke surga, lambat laun akan berpendapat bahwa Yesus bukanlah satu-satunya jalan.

Pagi ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa sebagai umat percaya kita harus menghargai semua ciptaan Tuhan, dan itu termasuk sesama manusia. Walaupun demikian, kita tidak boleh membiarkan diri kita dipengaruhi pandangan dunia, yang memperbolehkan pandangan apapun untuk dicampur-aduk demi terciptanya keadaan “harmonis” menurut pandangan manusia. Perbedaan antara terang dan kegelapan adalah suatu kenyataan yang harus diterima, tetapi apa yang terang tidak boleh dibuat menjadi remang-remang dengan adanya kegelapan. Sebaliknya, apa yang terang haruslah bisa membuat apa yang gelap berubah menjadi terang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s