Siapakah yang anda kagumi?

“Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!” Mazmur 40: 4

Australia pada saat ini mendapat kunjungan dari seorang tamu agung. Bukan ratu, bukan presiden dan bukan pemimpin agama. Ia adalah Shah Rukh Khan dari India. Anda belum pernah mendengar nama itu? Namanya tersohor di antara penggemar layar perak. Ia adalah bintang film Bollywood nomer satu yang sudah membintangi lebih dari 90 film dan dikagumi oleh tua dan muda.

Anda mungkin tersenyum geli. Bollywood? Mengapa orang begitu tertarik untuk menyambutnya? Karena tidak kenal, anda tidak mencintainya. Tetapi orang yang senang menonton film India tentunya berpendapat bahwa ia jauh lebih masyhur dari Ario Bayu, Iqbaal Ramadhan, Brad Pitt ataupun Harrison Ford. Karena suka, orang menjadi kagum.

Kekaguman manusia adalah normal, tetapi bisa membawa persoalan. Karena kagum orang bisa kehilangan akal sehat dan kemudian jatuh cinta setengah mati. Karena dikagumi, orang juga bisa menjadi sombong setengah mati. Ini bukan saja terjadi di dunia musik, film, bisnis, politik dan teknologi, tetapi juga bisa dilihat dalam bidang keagamaan.

Banyak pemimpin agama yang dikagumi oleh pengikutnya. Entah itu karena hidupnya yang terlihat suci, karena hikmat kebijaksanaan yang terlihat dari luar, atau karena pelayanan sosial yang dilakukan mereka. Selain itu ada juga orang yang dikagumi karena pengalaman spiritual istimewa yang mereka klaim. Bagi banyak orang, mereka tidaklah berbeda dari para nabi atau rasul yang ada dalam Alkitab. Karena itu, tidaklah mengherankan jika tokoh-tokoh seperti itu menjadi seperti magnet yang mempunyai daya tarik besar. Adalah lumrah bahwa karena dikagumi banyak orang, banyak yang terlihat bangga dan sombong atas “keistimewaan” mereka.

Sungguh menyedihkan karena adanya tokoh-tokoh yang mempunyai daya pesona, banyak orang ingin menjumpai mereka. Mereka seolah menaruh kepercayaan kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan. Apapun yang mereka lihat dan dengar dari tokoh-tokoh itu selalu terasa benar dan “sreg” untuk dinikmati.

Pagi ini, kita membaca dari ayat di atas bahwa manusia harus menaruh kepercayaan pada TUHAN saja. Tuhan kita adalah Tuhan yang cemburu, yang tidak mengizinkan umatNya mendewakan manusia atau benda apapun, karena semua itu adalah ciptaanNya.

Tuhan juga membenci orang-orang yang menyombongkan pengalaman rohani mereka, yang membuat diri mereka dikagumi orang lain. Orang-orang semacam itu adalah pencuri kemuliaan Tuhan karena membuat orang lain percaya kepada mereka dan bukannya kepada Tuhan. Biarlah kita sadar bahwa hanyalah kebesaran Tuhan yang patut kita kagumi, sembah dan muliakan dalam hidup kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s