Jangan tergoda dan jangan menggoda

“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.” Galatia 5: 16 – 17

Apakah anda penggemar Instagram? Instagram (juga disebut IG atau Insta) adalah sebuah aplikasi handphone untuk berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya secara instan ke berbagai layanan jejaring sosial. Instagram adalah salah satu fenomena media yang sekarang sangat populer di kalangan kaum muda untuk melampiaskan perasaan “narsis” yaitu keinginan untuk mengagumi diri sendiri. Kaum narsis dikatakan suka membuat foto diri sendiri pada setiap kesempatan untuk disebarkan melalui akun Instagramnya.

Selain untuk mencari popularitas, orang bisa menggunakan Instagram untuk mencari penghasilan. Mereka yang mempunyai banyak pengikut (followers), bisa menggunakan akunnya untuk mereklamekan produk tertentu. Dengan menggunakan Instagram untuk marketing orang bisa memperoleh penghasilan karena banyaknya orang yang mau melihat foto-foto yang berisi pesan-pesan komersial yang dirilis secara teratur. Publik yang melihat instagram para influencer itu tidak perlu tahu tentang latar belakang mereka. Berbeda dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh motivator, influencer tidak perlu banyak bersuara untuk mempengaruhi orang lain. Mereka tidak perlu mempunyai pendidikan tinggi, kebijaksanaan atau pola hidup yang baik. Asalkan instagram mereka cukup menarik dan sedap dipandang, orang bisa terpengaruh oleh pesannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, instagram atau foto instan itu sebenarnya ada sejak adanya manusia. Setiap saat manusia bisa melihat orang lain dan apa yang dikerjakan orang itu. Setiap saat orang lain bisa melihat kita dan apa yang kita kerjakan. Melalui apa yang bisa dilihat dari orang lain, orang kemudian bisa terpengaruh (influenced)  dan melakukan hal yang serupa. Melalui “instagram” yang diterbitkan orangtua dalam keluarga, anak-anak mereka bisa menjadi orang -orang yang mempunyai cara dan pandangan hidup tertentu. Demikian pula, melalui “instagram” atau perilaku kita, orang lain bisa meniru apa yang mereka lihat.

Ayat diatas memperingatkan kita agar tidak menuruti keinginan daging. Banyak orang yang mengira bahwa ini adalah soal seks. Tetapi keinginan daging bisa berupa apa saja yang bertentangan dengan keinginan Tuhan. Apa yang kita lihat dari orang lain bisa membuat kita terpikat dan menginginkan hal yang serupa. Demikian juga, apa yang dilihat orang dari diri kita bisa membuat mereka meniru kita. Mungkin itu soal kekayaan, kesuksesan, kebencian, kebiasaan dan berbagai kenikmatan yang bisa membuat orang ingin untuk mendapatkannya sekarang juga, dan dengan cara apa saja.

Pagi ini, Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa setiap orang harus bertanggung-jawab atas apa yang diperbuatnya, baik apa yang bisa dilihat orang lain atau apa yang ditiru dari orang lain. Sebagai umat Kristen, kita adalah ciptaan yang baru didalam Tuhan. Karena itu, seharusnya orang bisa melihat apa yang baik memancar dari hidup kita. Demikian juga, sebagai orang yang sudah menerima pengampunan Tuhan, kita harus bisa memilih apa yang baik, yang bisa ditiru dari saudara-saudara seiman kita. Kita harus berhati-hati dengan “instagram” yang kita sampaikan kepada masyarakat, dan tidak mudah terpengaruh oleh “instagram” yang ada dalam mayarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s