Kasih Allah sudah menghilangkan kegelapan

“..:oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.” Lukas 1: 78 – 79

Di Australia, sekarang ini adalah musim panas. Karena itu tidak ada Natal yang bersalju seperti di Amerika. Berbeda dengan Indonesia, Australia terletak jauh di bawah garis khatulistiwa (equator). Pada musim panas matahari yang berada di belahan selatan bumi muncul pagi sekali, sebelum jam 5 pagi.

Bagi orang yang harus berangkat bekerja di dini hari, adanya sinar matahari adalah sangat membantu; berbeda dengan keadaan di musim dingin, dimana mereka harus berangkat menuju tempat pekerjaan sewaktu masih gelap karena matahari pada waktu itu ada di belahan utara dunia.

Sekalipun adanya musim dingin di Australia dapat dirasakan, itu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan suasana di tempat-tempat yang dekat kutub bumi. Karena jauhnya dari posisi matahari, tempat seperti Alaska bisa mengalami kegelapan sampai 2 bulan setiap tahunnya.

Keadaan bumi sebelum adanya matahari dapat dibayangkan seperti musim dingin di Alaska. Gelap dan dingin. Keadaan serupa dapat dibayangkan untuk dunia jika manusia tidak mengenal Tuhan. Kegelapan dosa akan meliputi tempat dimana manusia merasa bebas untuk melakukan apa saja yang diingininya. Kejahatan, kekejian, kebohongan, ketamakan dan berbagai perbuatan asusila bisa muncul jika manusia tidak takut akan Tuhan. Dalam sepanjang sejarah, ini bisa terjadi di negara atau tempat mana pun.

Bagaimana reaksi Tuhan ketika Ia pada saat penciptaan melihat kegelapan yang menguasai alam semesta? Ia menciptakan matahari, bulan dan bintang untuk mengusir kegelapan. Bagaimana pula reaksiNya ketika Ia melihat kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa? Tuhan yang tahu bahwa karena dosa satu orang, seisi dunia akan dikuasai oleh kegelapan rohani, sudah dari awalnya mempunyai rencana untuk mendatangkan AnakNya untuk menerangi dunia.

Dalam ayat di atas, seorang imam yang bernama Zakharia yang menjelaskan apa yang akan terjadi pada hari Natal yang pertama. Bahwa oleh rahmat dan belas kasihanNya, Allah akan menilik manusia yang mengalami kegelapan rohani. Surya pagi dari tempat yang tinggi, yaitu Yesus Kristus, akan datang untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan hidup mereka kepada jalan damai sejahtera.

Pagi ini kita diingatkan bahwa apa yang dilakukan Allah dua ribu tahun yang lalu, masih tetap dilakukanNya sampai sekarang karena kasihNya tidak pernah berkurang. Karena itu, jika kita sekarang merasa bahwa hidup kita terisi kesedihan, kekosongan, dosa atau kekecewaan, masih ada kesempatan bagi kita untuk menyambut rahmat dan belas kasihan Allah untuk mengusir kegelapan yang selama ini menguasai kita. Dengan sinar kasih Yesus Kristus yang datang ke dunia, kita bisa hidup dalam damai dan sejahtera yang dianugerahkan oleh Allah yang mahamulia.

Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. 2 Korintus 4: 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s