Masih adakah rasa hormat dan takut kepada Tuhan?

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepadaNya, dengan hormat dan takut.” Ibrani 12: 28

Jika kita memperhatikan hidup umat Kristen di berbagai tempat di dunia, kita dapat melihat bahwa tiap komunitas mempunyai cara dan ciri tertentu dalam berbakti kepada Tuhan. Walaupun demikian, di zaman ini makin sering terlihat di gereja orang yang berbakti atau berdoa dengan santai, seolah-olah mereka pergi ke rumah teman, ke pesta atau ke bioskop. Malahan juga sering terlihat bahwa dalam kebaktian orang sibuk memakai ponselnya untuk berkomunikasi dengan teman yang berada di tempat lain. Agaknya sulit bagi mereka untuk duduk diam sejam dalam seminggu dan untuk sejenak melupakan kesibukan sehari-hari.

Dengan kemajuan zaman, memang banyak orang Kristen cenderung untuk bersifat “casual” dalam hubungan mereka dengan Tuhan. Rasa hormat dan takut kepada Tuhan agaknya sudah sangat berkurang, seiring dengan berkurangnya rasa hormat kepada guru, orangtua dan atasan. Dengan demikian, komunikasi dengan Tuhan melalui doa dan mempelajari firmanNya sekarang sudah menjadi beban yang harus dilaksanakan secepat dan sesingkat mungkin.

Pada beberapa kebaktian gereja, rasa hormat dan khusyuk juga sudah berubah menjadi “kebebasan” yang bukan memuliakan Tuhan, tetapi membesarkan manusia. Acara kebaktian untuk Tuhan sudah berubah menjadi show atau tontonan saja. Rasa hormat dan takut kepada Tuhan diganti dengan rasa kagum kepada orang-orang yang mengaku punya pengalaman dan kemampuan tertentu.

Di zaman sekarang memang banyak orang mengaku pernah berjumpa secara langsung dengan Tuhan. Tetapi, sekalipun Tuhan bisa muncul dalam bentuk apapun jika Ia mau, pada dasarnya Ia bukan Oknum yang bisa dijumpai secara jasmani. Hanya Yesus yang pernah melihat Allah (Yohanes 1: 18), sedangkan manusia melalui penampakan oleh Tuhan (theophany) terkadang bisa merasa berjumpa dengan Tuhan. Pada pihak yang lain, semua orang Kristen bisa merasakan perjumpaan dengan Tuhan secara rohani dalam doa dan ibadah yang benar.

Perjumpaan dengan Tuhan bukanlah hal yang kecil. Musa sebagai contoh, mendapat peringatan dari Tuhan ketika ia menjumpaiNya:

Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Keluaran 3: 5 – 6

Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa sebagai umat Tuhan kita harus menempatkan diri kita dan sesama manusia pada tempat yang seharusnya. Sebagai manusia kita sudah dipilihNya untuk diselamatkan melalui pengurbanan Yesus, dan kita diangkat sebagai anak-anakNya. Walaupun demikian, Tuhan yang di surga adalah Tuhan yang mahabesar, mahakuasa dan mahasuci. Karena itu, kita harus mengucap syukur dan beribadah kepada Dia saja dan menurut cara yang berkenan kepadaNya, yaitu dengan rasa hormat dan takut. Segala pujian dan sembah hanya untuk Dia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s