Mengenal Yesus dari dua sisi

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” Filipi 3: 10 – 11

Manakah hidup yang anda kehendaki? Hidup yang penuh dengan kenyamanan ataukah hidup yang penuh dengan penderitaan? Tentunya bagi semua orang yang dihadapkan pada dua pilihan saja akan memilih yang pertama. Siapakah yang mau hidup dalam penderitaan? Walaupun demikian, banyak orang yang bijaksana ingin agar mereka tidak terlalu kaya atau terlalu miskin. Mengapa demikian?

Manusia sering menghadapi masalah dalam dua keadaan: terlalu kaya dan terlalu miskin. Amsal 30: 8 memohon kepada Tuhan agar Ia tidak memberikan kemiskinan atau kekayaan. Ia meminta Tuhan untuk membiarkannya merasa cukup jika ia bisa menikmati makanan yang menjadi bagiannya. Apa sebabnya? Penulis Amsal dalam ayat berikutnya menulis: “Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.”

Sudah tentu, ukuran kekayaan dan kemiskinan itu berbeda untuk setiap insan. Ukuran tiap orang tentang kecukupan dan kekurangan itu tidak sama. Ada orang yang sudah kaya, tetapi masih ingin lebih kaya. Ada orang yang berkelimpahan tetapi masih juga melakukan hal-hal yang buruk untuk bisa lebih kaya. Sebaliknya, banyak juga orang yang sangat menderita sehingga ia menyangkali Tuhan. Selain itu, ada juga orang yang miskin tetapi hidupnya penuh kebahagiaan.

Manakah yang anda kehendaki dalam hidup? Hidup dalam kesuksesan dan kemewahan atau hidup sederhana dan penuh perjuangan? Mungkin ada orang yang menjawab hidup bagaimana pun baik, asal ada kebahagiaan dan kedamaian. Ini benar, tetapi bagaimana caranya? Bagaimana kita bisa merasa bahagia, merasa cukup, atau tidak menderita jika hidup orang lain terlihat lebih nyaman dalam kelimpahan? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab.

Rasul Paulus dalam suratnya ke jemaat di Filipi menulis bahwa ia ingin mengenal Yesus agar ia bisa mendapatkan jawaban pertanyaan di atas. Ini adalah tindakan yang bijaksana yang kembali ke dasar iman yang benar. Back to the basics. Sebagai orang Kristen kita adalah pengikut Kristus dan karena itu sudah seharusnya mengikut jejakNya dalam mengarungi hidup ini.

Apa yang bisa kita tiru dari Yesus? Paulus menulis bahwa Yesus mempunyai dua sisi kehidupan: penderitaan dan kemuliaan. Melalui penderitaanNya, Yesus menerima kemuliaan dari Allah Bapa. Melalui pengurbananNya di kayu salib dan kematianNya, Ia dibangkitkan dan naik ke surga. Paulus menghendaki agar ia bisa meniru Yesus.

Yang dikehendaki Paulus ialah mengenal Yesus dan kuasa kebangkitanNya, dan persekutuan dalam penderitaanNya, supaya ia menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya, agar ia akhirnya beroleh hidup dalam kemenangan. Karena Yesus mempunyai dua sisi kehidupan, Paulus juga ingin bisa seperti itu.

Pagi ini, jika hidup kita sudah terisi dengan kelimpahan dan kesuksesan, masih adakah kemauan untuk pergumulan, penderitaan dan pengurbanan bagi orang lain? Adakah kerinduan kita untuk menjadi seperti Yesus yang menaati panggilan Bapa untuk mengurbankan diriNya demi keselamatan manusia? Dan jika saat ini kita hidup dalam penderitaan, sadarkah bahwa Yesus, Anak Allah, sudah mengalami penderitaan yang jauh lebih besar untuk ganti kita? Seperti Yesus, setiap orang Kristen harus memikul salib dan mengikut Dia. Seperti Yesus yang sudah menerima kemuliaan, segala susah payah kita pada akhirnya akan membuahkan kebahagiaan yang kekal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s