Andalkan Tuhanmu

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Yeremia 17: 7 – 8

Musim kering yang berkelanjutan di Australia baru-baru ini telah membawa berbagai duka. Tidak hanya banyak hewan yang mati karena kekurangan air, musim kering itu juga membuat hutan-hutan mudah terbakar. Untunglah sejak dua bulan ini hujan mulai turun, dan karena itu warna hijau mulai kembali muncul di Toowoomba, tempat dimana saya tinggal.

Jika kesulitan hidup manusia selalu berakhir dengan kebahagiaan, tentunya tidak akan ada orang yang kuatir akan hidupnya. Kenyataannya adalah sesudah musim kering dan kebakaran hutan berhenti, sekarang Australia menghadapi bahaya COVID-19. Bahaya ini tidak hanya menyangkut kesehatan rakyat, tetapi sudah menghancurkan ekonomi dan menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan. Dengan itu, resesi nampaknya tidak akan bisa dihindari. Hidup manusia ternyata bisa berubah secara drastis.

Orang jelas tidak dapat bersandar pada diri sendiri ataupun mengandalkan para pemimpin. Kekecewaan atau pun kekuatiran akan timbul jika apa yang terjadi tidaklah seperti yang diharapkan. Lalu bagaimana manusia bisa terus hidup jika tidak ada yang bisa diandalkan? Baik harta, kuasa maupun kepandaian tidak akan selalu bisa menghindarkan kita dari malapetaka!

Ayat di atas menunjukkan adanya satu Oknum yang mahakuasa, yang sudah menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Ia adalah Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih, dan hanya kepadaNya kita bisa tetap berharap jika langit berubah kelam.

Ayat di atas menyatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Dia, adalah orang-orang yang diberkati secara rohani. Ia akan tumbuh seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke batang air. Ia adalah orang yang melalui iman memperoleh kekuatan dari sumber kehidupan, yaitu Tuhan sendiri.

Dalam hal ini, Yesus juga pernah berkata bahwa Ia adalah sumber air yang memberi kekuatan kepada mereka yang percaya kepadaNya. Barang siapa minum air yang diberikanNya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Lebih dari itu , air yang diberikan Yesus akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar, yaitu Roh Kudus yang memberi kekuatan sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 4: 14).

Hari ini mungkin kita merasakan penderitaan dan kekuatiran dengan datangnya panas terik matahari. Kemana kita bisa berlindung? Kepada siapa kita dapat bersandar? Ayat di atas mengingatkan kita untuk tetap mengandalkan kuasa dan kasih Tuhan. Mereka yang bertahan dalam iman akan tetap kuat dalam menghadapi goncangan hidup, bagai daun yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang warnanya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah-buah yang baik untuk kemuliaan Tuhan. Tetaplah bersandar pada Tuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s