Mengapa anda merasa lelah?

“Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja.” Keluaran 18: 18

Pagi ini saya membuka sebuah pertemuan melalui internet. Ada lebih dari 30 orang yang hadir dalam acara itu. Lain dari biasanya, pertemuan itu terasa sepi karena setiap orang mematikan mic nya dan hanya satu orang saja yang digilir untuk berbicara. Ini adalah sopan satun pertemuan melalui Zoom, agar orang tidak bingung mendengar suara banyak orang. Pertemuan maya seperti itu sudah jelas tidaklah senyaman pertemuan muka dengan muka. Memang suasana pandemi ini sudah mengubah cara hidup manusia dan ini membuat kebanyakan orang makin mudah menjadi lelah dan jemu.

Kelelahan adalah keadaan yang tidak dapat kita hindari karena keterbatasan manusia. Kelelahan sebenarnya bukan akibat dari dosa. Dari awalnya, Tuhan menciptakan siang dan malam, dan malam adalah waktu untuk beristirahat bagi manusia. Juga, hari ke tujuh adalah hari yang ditetapkan Tuhan sebagai hari bagi manusia untuk beristirahat.

Dosa memang membuat hidup di bumi ini menjadi berat, dan kelelahan bisa membuat manusia makin menderita. Tetapi, kelelahan bisa berguna untuk mengingatkan kita untuk berhenti bekerja untuk memulihkan kekuatan kita. Jika kita sering mengabaikan kelelahan kita, itu adalah dosa. Lambat laun kesehatan dan keseimbangan hidup kita akan terganggu karenanya.

Dalam ayat diatas, mertua Musa mengingatkan Musa agar berhati-hati dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin agar ia tidak menjadi terlalu lelah. Sebagai pemimpin, Musa pada mulanya selalu menghadapi segala persoalan bani Israel seorang diri. Hal itu tentunya akan menghabiskan waktu dan tenaganya. Mertua Musa, dengan kebijaksanaan dari Allah, mengusulkan agar Musa memilih orang-orang yang pandai dan takut akan Allah untuk menolong Musa. Kelelahan membawa kesadaran akan keterbatasan kita dan mendorong kita untuk memohon kebjaksanaan dari Tuhan.

Pagi ini kita diingatkan bahwa kelelahan itu bisa menjadi berkat untuk kita jika kita tidak mengabaikannya. Banyak orang yang jatuh sakit karena mereka tidak bisa mengukur kekuatannya atau tidak bekerja dengan cara yang bijaksana. Apalagi di saat pandemi ini, masih banyak orang yang secara sembrono melakukan segala aktivitasnya seolah-olah tidak ada risikonya. Seringkali juga orang menjadi lelah karena tidak mau menerima bantuan atau nasihat orang-orang lain. Lebih dari itu, penyebab utama kelelahan kita adalah karena kita tidak mau menyerahkan persoalan kita kepada Tuhan. Karena itu, maukah kita memikirkan apa yang menyebabkan kelelahan kita saat ini dan memusatkan hidup kita kepada Tuhan dan bimbinganNya?

“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s