Yesus tetap menyertai kita

Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Ibrani 13: 8

Dalam hidup ini adakalanya kita mungkin merasa bahwa segala sesuatu berjalan lancar dan mulus. Keuangan baik, kesehatan baik, keluarga harmonis, anak cucu pun sehat. Walaupun demikian, seringkali hidup ini tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan. Sebagai contoh, adanya pandemi saat ini jelas sudah memporak-porandakan dunia. Ekonomi kacau, bisnis mundur, kesehatan terganggu, keluarga menghadapi berbagai persoalan. Pikiran kita jadi suram, hatipun merasa sedih: mengapa ini harus terjadi? Adakah sesuatu yang aku perbuat yang menyebabkan hal ini? Apakah Tuhan sedang marah kepadaku?

Kesadaran akan adanya Tuhan yang mahakuasa dan mahasuci memang mungkin bisa membawa berbagai reaksi. Dalam keadaan bahagia, kita bisa bersyukur. Tetapi dalam keadaan sulit, mungkin kita meragukan kasih Tuhan. Malahan dalam situasi yang sangat gawat, sering manusia merasa Tuhan itu jauh. Dan ada kalanya kita merasa bahwa Tuhan itu kejam, tetapi sebagai manusia berdosa dan lemah kita hanya bisa menerima kenyataan itu dan hidup tanpa harapan.

Apakah Tuhan tetap menyertai sekalipun kita hidup dalam dosa? Apakah Tuhan hanya menyertai mereka yang imannya besar dan hidup tak bercela? Pertanyaan ini harus dijawab dengan pengertian dasar bahwa mereka yang memilih untuk mengikut Kristus harus meninggalkan hidup lamanya dan tidak melakukan dosa yang biasa dilakukannya. Karena itu, mereka yang tetap bertahan dalam dosa harus meneliti hidup mereka dan berdoa agar Tuhan memberi mereka kemampuan untuk bisa benar-benar menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka.

Sebagai umatNya, hidup kita seharusnya berubah hari demi hari untuk menjadi makin serupa dengan Yesus. Roh Kudus bekerja dalam hidup kita memperbarui hati dan pikiran kita. Tetapi jika hidup kita masih terlalu sibuk dengan berbagai kesibukan duniawi, pembaruan hidup kita akan mengalami kelambatan dan kita mudah jatuh kedalam dosa, termasuk dosa lama. Itu adalah kesalahan kita sendiri. Demikian juga dalam kehidupan bermasyarakat, banyak orang yang merasakan penderitaan akibat perbuatan dan tindakan para pemimpin yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tuhan yang mahakuasa adalah Tuhan yang mahakasih. Tetapi Ia adalah Tuhan yang mahasuci. Karena itu, Ia selalu memperingatkan manusia untuk memilih cara hidup yang benar. Bagi orang percaya, memang peringatan itu adalah tindakan pendisiplinan yang bisa terasa menyakitkan, tetapi Ia tidak akan memberi sesuatu yang melebihi kekuatan kita (1 Korintus 10: 13).

Apakah Tuhan tetap menyertai sekalipun kita manusia berdosa? Pertanyaan ini lebih mudah dijawab karena penebusan Kristus memungkinkan orang yang benar-benar percaya kepadaNya mendapat pengampunan sekalipun dosanya sebesar apapun (Yesaya 1: 18). Selain itu, karena Kristus sudah mati di kayu salib untuk seisi dunia, setiap manusia yang percaya akan terhitung sebagai anak Tuhan sekalipun ia berdosa (Lukas 23: 43). Dalam Yesus tidak ada lagi hukuman:

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Roma 8: 1

Hari ini kita diingatkan bahwa sebagai orang percaya, kita tidak dapat hidup dalam dosa lama. Tetapi, selama hidup di dunia kita tetap harus berjuang melawan dosa setiap hari. Adakalanya Tuhan memperingatkan kita ketika kita membuat kesalahan, agar kita kembali mendekat kepadaNya. Tetapi, dalam keadaan apapun Yesus yang telah mati di kayu salib sebagai ganti hukuman kita adalah Tuhan yang tidak pernah berubah. Ia adalah gembala kita yang baik, yang menyertai kita selama-lamanya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s