Bosan mendengar suaraNya?

“Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.” Amsal 3: 11

Dalam hidup ini siapakah yang tidak pernah bosan? Dari bosan makan makanan tertentu, bosan memakai jenis pakaian tertentu, bosan bekerja atau bersekolah, sampai bosan hidup dengan orang tertentu. Apalagi dengan adanya pandemi, orang menjadi kurang bebas untuk melakukan kegiatan sehari-hari, dan karena itu mudah merasa bosan.

Rasa bosan adalah keadaan emosi atau jasmani yang dialami seseorang karena kurangnya aktivitas, variasi, motivasi atau stimulasi. Tetapi bosan juga bisa disebabkan oleh kesulitan, tantangan dan penderitaan yang tidak kunjung berhenti seperti yang dialami Ayub:

“Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.” Ayub 10: 1

Mengalami kebosanan belum tentu dosa, tetapi sikap, kelakuan dan perbuatan yang menyebabkan kebosanan atau yang terjadi sesudahnya mungkin dapat berakhir dengan dosa. Kebosanan dengan situasi hidup bisa membuat kita tidak peduli atas apapun yang terjadi dan bahkan bosan untuk mendengarkan suara Tuhan.

Pada waktu di padang gurun, umat Israel pada suatu saat merasa bosan memakan roti manna yang rasanya manis seperti kue madu. Maklum sudah bertahun- tahun mereka tidak pernah makan daging. Apa yang terjadi setelah itu? Mereka bersungut-sungut kepada Tuhan karena tidak adanya daging. Dari perasaan bosan, dosa kemudian muncul, dan akibat selanjutnya mengerikan. Beribu-ribu orang Israel mati karena kebanyakan makan burung puyuh yang didatangkan Tuhan (Bilangan 11).

Kita yang hidup di kota besar mungkin sering berpikir betapa membosankan hidup di desa. Memang sesekali bertamasya ke tempat sepi bisa membawa rasa damai. Tapi bagaimana kalau kita harus hidup di tempat dimana tidak ada mall, internet atau tempat kuliner? Mereka yang tiap hari “ngemall” pun lama-lama bosan juga. Yang suka “ngemal-ngemil” bosan juga akhirnya.

Kalau sudah bosan lalu bagaimana? Rasa kebosanan yang tidak diatasi akan bisa berlanjut dengan dosa karena hidup yang kehilangan tujuan. Begitu banyak orang yang terjerumus kedalam aktivitas dan hal-hal yang buruk karena bosan dengan apa yang ada. Bosan menghilangkan rasa syukur, kesabaran, kesetiaan dan kasih.

Pada pihak yang lain, ada orang yang tidak bosan-bosannya melakukan hal yang sama. Kalau yang dilakukan adalah hal yang baik, maka itu adalah keuletan. Tetapi jika apa yang diperbuat adalah tidak baik, itu bukan keuletan, tapi mungkin ambisi, adiksi atau kerakusan. Mereka yang tidak bosan-bosannya hidup untuk memuaskan diri sendiri akhirnya bisa jatuh dalam dosa, jatuh kedalam jerat iblis. Mereka yang tidak pernah bosan mengejar harta, kenyamanan dan kemuliaan akan jatuh kedalam berbagai kesengsaraan karena tidak sempat mendengar suara Tuhan.

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” 1 Timotius 6: 10

Hari ini, sudahkah kita membuat rencana untuk mengerjakan sesuatu? Adakah rencana untuk mengisi hidup kita dengan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi Tuhan dan sesama? Apakah kita merasa lelah dan bosan mengalami hal-hal yang tidak enak, yang selalu muncul setiap hari?Ataukah selama ini kita tidak bosan-bosannya mengerjakan sesuatu demi kepuasan diri sendiri? Marilah kita mengevaluasi hidup kita agar dalam segala yang kita alami dan lakukan, nama Tuhanlah yang dipermuliakan!

“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” 1 Korintus 10:31

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s