Pilihlah apa yang berguna untuk kemuliaan Tuhan

“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Kolose 3:  5 – 6.

Pada zaman pandemi ini, orang lebih diharapkan untuk memakai cara hidup yang baik. Menjaga jarak, rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menutup mulut ketika bersin adalah sebagian tata cara kehidupan yang baik, yang bukan saja penting untuk kesehatan kita, tetapi juga untuk kesehatan orang lain.

Memang sudah sewajarnya jika orang mempunyai etika hidup yang baik, yang bisa membedakan apa yang baik dari apa yang buruk. Dalam melakukan sesuatu, kita harus memperhatikan apakah semua itu tidak merugikan atau membuat marah orang lain. Walaupun demikian, dalam kenyataannya banyak juga orang yang semaunya sendiri dan tidak mau menjalankan etika yang baik. Mungkin mereka merasa adanya kebebasan untuk menentukan cara hidup diri sendiri.

Untuk kesejahteraan umat manusia, setiap orang harus mempunyai etika. Etika bisa muncul dalam satu masyarakat, dan karena etika berhubungan dengan budaya, etika masyarakat yang satu mungkin bisa menjadi bahan pergunjingan dan geguyonan dalam masyarakat lain. Pada pihak yang lain, etika Kristen (dari bahasa Yunani ethos yang berarti  kebiasaan/ adat) adalah suatu cabang ilmu teologi yang membahas masalah tentang apa yang baik untuk dilakukan dari sudut pandang Kekristenan; jadi seharusnya berlaku untuk siapa saja, kapan saja dan  dimana saja.

Apabila dilihat dari sudut pandang Hukum Taurat dan Injil, maka etika Kristen adalah segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah dan itulah yang terbaik. Dengan demikian, maka etika Kristen merupakan satu tindakan yang bila diukur secara moral adalah baik dan memuliakan Dia saja. Saat ini, permasalahan utama yang dihadapi etika Kristen ialah perbedaan yang mungkin ada antara kehendak Allah terhadap manusia dan reaksi manusia (yang mungkin dipengaruhi budaya dan tradisi) terhadap kehendak Allah.

Etika dimaksudkan agar manusia tidak memilih apa yang buruk dan yang tidak berguna. Tetapi karena tidak semua apa yang dilakukan manusia dari jaman ke jaman dibahas secara langsung dalam Alkitab, permasalahan kedua dalam etika Kristen adalah bagaimana mengajarkan dan menerapkan etika menurut prinsip kekristenan jika itu tidak tertulis secara jelas dalam Alkitab. Dalam hal ini, mereka yang tidak mau atau kurang mampu berpikir akan kurang bisa melihat hubungan antara etika dan Firman. Sebaliknya, ada kemungkinan bahwa mereka yang pintar berdalih akan memakai etika atau kebiasaan yang bisa memuaskan diri sendiri.

Dalam ayat Kolose 3: 5 – 6 diatas disebutkan bahwa kita tidak boleh melakukan segala sesuatu yang sering dianggap lazim di dunia, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, karena semuanya itu sama dengan penyembahan berhala. Itu tidak sesuai dengan etika Kristen. Memang jika cara hidup, kebiasaan, tradisi kita bisa diterima orang lain, kita bisa lupa bahwa Tuhanlah yang berhak menentukan apa yang benar, yang harus kita lakukan.

Yesus pernah menjumpai orang-orang yang sepertinya sudah melakukan apa yang diharuskan oleh agama tetapi mengabaikan etika-etika hidup yang benar:

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Matius 23: 23

Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi mungkin merasa bahwa mereka sudah membayar kewajiban hidup mereka, tetapi melupakan bahwa ada hal-hal lain yang menyangkut keadilan, belas kasihan dan kesetiaan yang perlu dilaksanakan.

Mempunyai berhala bukan hanya keterikatan kepada apa yang jelas terlihat jahat. Dalam kenyataannya, ada banyak hal yang nampaknya baik tetapi bisa menjadi seperti berhala karena kita lebih sering atau lebih senang melakukannya daripada melakukan hal yang disenangi Tuhan. Kita sering dengan senang hati melakukan hal-hal yang terlihat indah di mata kita, tetapi mengabaikan perintah Tuhan untuk hidup bagi kemuliaanNya.

Hari ini kita diingatkan bahwa jika kita mau mengikut Yesus, kita sewajarnya memegang dan melaksanakan etika dan cara hidup Kristen yang berdasarkan Firman Tuhan. Etika Kristen adalah pelaksanaan perintah Tuhan dalam hidup sehari-hari, yang walaupun tidak disebutkan secara terperinci dalam Alkitab, adalah suatu tanda Roh Kudus bekerja dalam hidup kita sehingga kita mengerti dan taat kepada firmanNya.

Dengan etika yang berdasarkan Alkitab kita akan bisa memilih apa yang benar-benar berguna. Etika Kristen yang dilaksanakan akan membuat hidup kita memancarkan terang Kristus kepada masyarakat di sekeliling kita, sehingga makin banyak orang yang dibawa menuju Dia dan menerima keselamatan.

“Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.” 1 Korintus 6: 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s