Yesus adalah Tuhan, jalan kebenaran dan hidup

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14: 6

Soal salah pilih adalah soal biasa. Misalnya, jika kita membeli baju dari toko dan setelah dicoba di rumah ternyata kekecilan. Itulah gara-gara malas mencoba. Kalau baju mungkin bisa ditukar, soal pasangan hidup lain lagi karena sekali pilih diharapkan cocok untuk seumur hidup sekalipun tanpa coba-coba!

Bagaimana pula dengan iman kepercayaan kita? Mungkinkah kita memilih kepercayaan tertentu dan kemudian ternyata salah pilih? Mungkin juga! Kebanyakan mereka yang mau mencari Tuhan akhirnya menganut ajaran agama tertentu. Namun setelah menganut ajaran itu, adakalanya mereka kemudian meninggalkan agamanya dan menjadi tidak beragama lagi atau masuk agama lain.

Selanjutnya ada orang Kristen yang sudah lama ke gereja tertentu, tetapi karena adanya daya tarik dari gereja lain kemudian meninggalkan gereja yang lama. Jika itu karena merasa bahwa bahwa gereja yang baru memiliki pengajaran kerohanian yang lebih baik, tentu itu tidak ada salahnya. Tetapi, sering terjadi bahwa orang pindah gereja karena adanya hal yang secara tiba-tiba menjadi sesuatu yang memikat hati dan pikiran.

Mengapa ada orang Kristen yang kemudian meninggalkan hidup kekristenan? Mengapa ada orang Kristen yang meninggalkan gerejanya untuk kemudian, tanpa berpikir panjang, mengikuti sebuah aliran yang aneh? Ada berbagai sebabnya, seperti perumpamaan benih yang ditabur (Matius 13: 19-23).

  • Kurang pengertian: Kepada setiap orang yang mendengar firman, tetapi belum tentu ia bisa atau mau mengertinya. Kemudian datanglah iblis dalam bentuk yang memikat hati, yang merampas apa yang ditaburkan dalam hati orang itu. Jika ada pendeta yang mengajarkan “wahyu baru”, orang yang kemudian merasa bahwa itu adalah lebih baik dari apa yang lama.
  • Kurang kuat: Ada orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penderitaan atau goncangan hidup, orang itupun segera berubah imannya.
  • Godaan duniawi: Ada orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kenikmatan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah dan akibatnya hidup orang itu menjadi jauh dari Tuhan.

Selain itu, banyak orang yang kecewa melihat hidup orang Kristen seolah tidak ada bedanya dengan orang yang tidak beriman. Apalagi, agama lain mengajarkan bahwa keselamatan manusia harus diraih melalui hidup yang baik, dengan amal dan sedekah, dengan ritual dan doa tertentu yang lain daripada yang lain. Mereka yang dulunya tidak yakin akan keselamatan mereka, kemudian memilih agama atau aliran gereja yang mengharuskan mereka untuk berbuat sesuatu. Mereka kemudian merasa puas karena merasa bahwa mereka mendapatkan kesadaran baru.

Ada pula orang yang dulunya memilih agama karena ikut-ikutan suami, istri, teman atau orang tua. Barangkali mereka melihat bahwa semua agama baik adanya. Menurut mereka, tidak ada agama yang mengajarkan hal-hal yang buruk. Malahan agama-agama lain lebih terlihat lebih toleran dari agama Kristen, dan pemimpinnya lebih bijak dan berpengetahuan. Karena itu konsep beragama bagi mereka tidaklah jauh berbeda dengan pergi berbelanja.

Hari ini kita ditantang dengan sebuah pertanyaan: apakah kita yakin tidak salah pilih. Apakah kita yakin bahwa kita sudah diselamatkan dan apa buktinya? Kita harus yakin bahwa Allah kita adalah Allah yang benar yang mahasuci, yang tidak dapat dicapai dengan usaha manusia. Mereka yang mengajarkan bahwa kita bisa mencapai pilihan yang benar dengan usaha kita sendiri adalah keliru. Allah orang Kristen bukan allah-allahan yang kecil.  Manusia hanya bisa diselamatkan karena menjawab panggilan Tuhan. Manusia tidak dapat meraih Tuhan dengan berbuat baik. Tuhan sendirilah yang harus datang ke dunia dengan merendahkan diriNya untuk menebus dosa manusia.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Efesus 2: 8-9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s