Tujuan tidak menghalalkan cara

“Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.” Filipi 1: 9 – 11

Pernahkah anda membaca cerita tentang Robin Hood? Menurut legenda, Robin Hood hidup pada abad 13-14 masehi. Itu merupakan masa di mana Inggris masih dipimpin oleh Raja Richard dan pemimpin sementara yakni, Raja John. Robin Hood tinggal di hutan Sherwood, salah satu hutan yang paling luas di Britania Raya. Di sana dia hidup bersama sekelompok penjahat yang bersembunyi dari kejaran otoritas kerajaan. Mereka dijuluki “Merry Men”.

Di hutan Sherwood, Merry Men kerap berburu kaum elite dan merampok pelancong kaya yang melewati hutan. Mereka mengenakan pakaian hijau, dipersenjatai dengan busur dan anak panah; dan terkadang mereka membawa tombak kayu serta pedang. Setiap kali beraksi, hasil rampasan akan dibawa ke Robin Hood, pria yang mereka anggap sebagai raja. Robin Hood kemudian membagi harta rampasan secara adil pada setiap anggota kelompoknya. Robin Hood tak pernah membiarkan anak buahnya mencelakakan siapa pun kecuali orang-orang kaya yang tinggal di rumah besar dan sama sekali tidak bekerja. Dia selalu baik pada orang miskin, dan sering mengirim bantuan kepada mereka. Karena alasan itulah rakyat jelata memandang Robin Hood sebagai pahlawan. Dan banyak orang yang membaca cerita ini mungkin juga setuju bahwa Robin Hood adalah orang yang baik hati. Benarkah bahwa tujuan yang baik menghalalkan cara?

Paulus dalam ayat diatas menulis tentang doanya untuk jemaat di Filipi agar kasih mereka makin melimpah dalam pengetahuan yang benar (knowledge), sehingga mereka dapat mempunyai kemampuan untuk memilih apa yang baik (discernment), dan supaya mereka bisa hidup dalam kejujuran (sincerity) dan tak hidup dalam dosa (blameless). Lebih dari itu, Paulus berdoa agar mereka bisa menghasilkan berbagai perbuatan yang baik melalui Yesus (good works) untuk memuliakan Allah. Kasih umat Kristen, berbeda dengan cinta duniawi, ternyata tidak buta. Adanya kasih tidak menghalalkan segala cara untuk menyatakannya. Kasih bertujuan untuk memuliakan Tuhan yang sudah lebih dulu mengasihi kita. Karena itu kita harus bisa memilih cara yang benar untuk menyatakannya.

Kasih yang harus dipunyai setiap orang Kristen bukanlah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dengan membabi-buta tanpa pikir. Sebaliknya, jika umat Kristen ingin untuk bisa mengasihi sesamanya, mereka harus berdoa agar mereka bisa melakukannya dengan bijaksana agar bisa memilih apa yang baik dan berguna bagi hidup mereka dan bagi hidup orang lain. Kasih yang benar tidak akan mengurbankan prinsip-prinsip kejujuran dan kesucian hidup yang dituntut Tuhan, dan kasih yang benar selalu dapat menghasilkan apa yang baik sesuai dengan firman Tuhan. Kasih surgawi tidak semudah atau semurah cinta duniawi. Kasih datang dari Allah dan kita harus mengerti apa yang dikehendakiNya untuk dapat mengasihi. Inilah yang juga pernah didoakan Paulus untuk jemaat di Efesus.

‘Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”  Efesus 3: 18 – 19

Pagi ini, mungkin kita ingin menyatakan kasih kita kepada orang lain, kepada teman, sanak atau pun keluarga. Mungkin kita ingin agar membuat mereka berbahagia dengan berbagai perhatian, pemberian atau pengurbanan. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa untuk bisa memberi kasih yang benar kita harus mempunyai kebijaksanaan, dan bisa membedakan apa yang baik dan apa yang buruk. Kasih yang benar adalah kasih yang membangun hidup orang lain didalam Kristus, kasih yang seperti kasih Kristus adalah kasih yang membawa orang kearah keselamatan, bukan kearah kehancuran dalam impian. Kasih yang benar akan mempertahankan apa yang baik dan menghilangkan apa yang buruk dari hidup kita dan hidup orang lain, agar hidup kita dan orang-orang yang kita kasihi bisa membawa kemuliaan kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s