Kita akan dikuatkan dalam mengikut Yesus

Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”`Yohanes 21: 18 – 19

Ayat di atas adalah ayat yang cukup terkenal yang dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dengan memuliakan Allah. Menurut tradisi (yang dicatat oleh Hieronimus), Petrus mati secara martir dengan cara disalibkan terbalik (kepala di bawah, kaki di atas) di Roma pada saat pemerintahan Nero setelah menolak disalibkan dengan kepala di atas karena ia merasa tidak layak untuk mati dalam posisi yang sama seperti Yesus.

Membaca ayat di atas, banyak orang yang tidak merasakan adanya kaitan dengan kehidupan mereka. Bukankah ayat itu hanya untuk Petrus? Bukankah pada zaman ini jarang orang Kristen yang mengalami penganiayaan sadis seperti yang dialami Petrus? Apalagi, untuk mereka yang tinggal di negara berlandaskan hukum, kematian seperti yang dialami Petrus tentunya tidak ada. Walaupun demikian, ayat itu mengandung kenyataan bahwa setiap manusia bisa mengalami kejadian yang tidak diharapkan atau tidak disukai. Malahan, ada saatnya bahwa manusia akan terpaksa mengikuti perintah orang lain, entah karena keadaan setempat, berkurangnya kemampuan atau bertambahnya umur.

Memang nasib kita di masa depan belum tentu dapat kita pastikan. Dalam hidup ini, kita bisa mengalami berbagai goncangan yang membuat hidup ini terasa berat. Entah itu karena persoalan ekonomi, keluarga, pekerjaan, persahabatan dan lain-lainnya, terkadang hidup manusia terlihat porak-poranda. Dan jika kita mengalami hal-hal itu, sudah sewajarnya kita bertanya-tanya: adakah masa depan bagiku? Apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki keadaan?

Bagi banyak orang sudah jauh dari Tuhan, hidup serasa ada dalam tangan mereka sendiri. Dalam kebodohan mereka, mereka merencanakan segala sesuatu menurut keinginan mereka, dan merasa yakin akan dapat melakukan hal itu. Mereka tidak sadar bahwa hidup ini tidak akan selalu berjalan sesuai dengan harapan kita. Malahan, tua atau muda, manusia bisa mengalami hidup yang berat secara jasmani atau rohani.

“Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” Amsal 27: 1

Masa depan umat manusia sepenuhnya bergantung pada rencana Tuhan. Tidak ada seorangpun yang terkecuali, dan tidak ada satu bangsa pun yang bisa bebas dari rancangan Tuhan untuk seisi bumi ini. Mereka yang berusaha untuk mencari kehendak Tuhan adalah orang-orang yang bijaksana. Mereka yang tidak mau mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai persoalan hidup di masa depan adalah orang-orang yang bodoh.

Bagaimana kita dapat bersiap menghadapi tantangan hidup di hari depan? Satu hal yang penting adalah membina hubungan kita dengan Yesus. Di dalam Yesus kita bisa menemukan kepastian bahwa apapun yang terjadi, Ia sudah memilih kita untuk menjadi umatNya yang diselamatkan. Yesus yang mengajak Petrus untuk mengikutiNya adalah Yesus yang akan menguatkan kita dalam menghadapi segala tantangan.

“Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan” Mazmur 37: 39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s