Berita sukacita dalam dukacita

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Matius 1: 21

Hari ini tanggal 11 Desember dan dua minggu lagi orang Kristen akan merayakan hari Natal. Di Australia, bukan hanya orang Kristen yang menyambut datangnya hari Natal karena hari ini adalah bagian penting dari budaya barat. Hari Natal bagi masyarakat umum biasanya dirayakan sebagai hari keluarga, dimana banyak orang mengunjungi orang tua mereka untuk makan bersama. Liburan Natal yang bersamaan dengan liburan akhir tahun, juga membuat orang untuk memakai kesempatan yang ada untuk berlibur atau bertamasya bersama keluarga.

Saat ini, anak-anak mulai memikirkan datangnya Natal dengan memikirkan hadiah apa saja yang bakal didapat dari orang tua mereka. Sebaliknya, para orang tua juga mulai bingung dan bahkan pusing memikirkan hadiah apa yang bisa mereka berikan kepada anak-cucu. Semua itu membuat hari Natal terasa seperti suatu kesibukan bagi semua umur. Walaupun demikian, bagi banyak orang lain hari  Natal mungkin justru bisa mendatangkan rasa sedih.

Pandemi yang berlangsung di berbagai negara mulai bulan Februari atau Maret yang lalu, membuat banyak orang merasakan penderitaan yang luar biasa. Saat ini keadaan di banyak negara tidak memungkinkan masyarakat untuk merayakan Natal seperti tahun-tahun yang silam. Bukan hanya karena tidak bisa berkumpul dengan teman dan sanak karena adanya kekuatiran atas kemungkinan tertular Covid-19, tetapi juga karena keadaan ekonomi yang kurang baik. Karena itu, hari Natal yang meriah bagi banyak orang bisa menjadi hari dimana ada yang merasa sedih, merana atau kesepian.

Bagi mereka yang beragama Kristen, hari Natal adalah hari peringatan lahirnya Yesus. Ini seharusnya lebih utama dari segi sosial dan finansial. Walaupun demikian, jika orang Kristen tidak meluangkan waktu untuk memikirkan arti hari Natal untuk dirinya, hari itu tidak akan berbeda dari hari-hari besar yang lain, seperti hari Tahun Baru dan hari kemerdekaan bangsa. Sekalipun ada yang bisa dinikmati, hari libur seperti itu adalah hari yang dirayakan orang setiap tahun tanpa ada yang terasa istimewa secara pribadi. Setiap tahun orang mungkin merayakannya tanpa mengalami perubahan, kecuali umur yang bertambah satu tahun. Benarkah demikian?

Hari Natal adalah hari yang seharusnya mengingatkan kita akan tujuh hadiah yang sudah kita terima dari Tuhan melalui Yesus. Tujuh hadiah itu adalah: pengampunan, pembenaran, hidup baru, perdamaian, pengadopsian, pembebasan dan penyucian. Karena Yesus lahir ke dunia dan mati di kayu salib ganti kita, kita bisa memperoleh pengampunan atas dosa-dosa kita. Dosa yang seharusnya membawa kematian, tidak lagi menyebabkan datangnya murka Allah karena melalui Yesus kita dibenarkan. Melalui Yesus kita bisa mendapat hidup baru, karena hidup lama yang sudah mati mendapatkan nafas baru dari Allah.

Natal seharusnya juga mengingatkan kita  bahwa Allah yang membenci dosa kita seharusnya memberi kita hukuman yang setimpal. Kita seharusnya mengalami kematian sebagai balasan atas kedurhakaan kita. Tetapi Yesus datang untuk mendamaikan Allah dengan kita, umatNya. Dengan itu terbuka kemungkinan bagi kita untuk diadopsi sebagai anak-anakNya dan berhak memanggil Dia sebagai Bapa. Kita sudah dibebaskan dari cengkeraman dosa dan pengaruhnya, oleh karena itu kita bisa mempunyai masa depan yang baik. Lebih dari itu, Tuhan yang mahakasih membimbing kita dengan Roh KudusNya untuk menyucikan hidup kita setiap hari, sehingga semakin lama kita menjadi semakin serupa dengan Yesus.

Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita akan tujuh hadiah Natal yang sudah diberikan kepada kita. Hadiah-hadiah ini sering tidak kita pikirkan karena pikiran kita yang sering terpusat pada hal-hal duniawi. Hadiah ini seringkali tidak disadari manusia karena mereka melupakan apa yang penting bagi masa depan mereka. Bagi banyak orang, rasa bahagia karena datangnya Yesus sang Juruselamat mudah terlupakan ketika mereka menghadapi kesedihan, kesulitan atau persoalan di dunia. Bagaimana dengan sikap anda dalam menghadapi Natal yang sebentar lagi akan datang? Bisakah anda bersyukur bahwa Tuhan sudah memberikan tujuh hadiah yang berharga untuk anda dan orang-orang yang anda kasihi? Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s