Hari Natal mengingatkan pentingnya untuk lebih mengenal Tuhan

“Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.” Ibrani 5: 12

Esok adalah hari Natal, hari libur nasional di banyak negara. Berbagai hiasan Natal mungkin sudah dua minggu tergantung di rumah mereka yang merayakan, barangkali sampai datangnya tahun baru. Bagi banyak orang, datangnya hari Natal dan tahun baru membawa kesan seolah waktu sudah berjalan dengan cepat. Lebih cepat dari tahun sebelumnya.

Berapa kali anda sudah pernah merayakan hari Natal? Adakah perbedaan antara perayaan-perayaan Natal yang pernah anda alami? Secara umum, tentu saja ada perbedaan perayaan Natal tahun ini jika dibandingkan dengan tahun kemarin karena adanya pandemi Covid-19. Mungkin sebagian orang merasa sedih bahwa Natal tahun ini tidak dapat dirayakan bersama dengan orang-orang yang kita kenal atau kasihi.

Sekalipun bagi kita pribadi tidak ada perbedaan yang mencolok antara Natal tahun ini dengan tahun sebelumnya, tentu ada beda perayaan Natal kali ini dengan perayaan sepuluh tahun yang lalu, jika kita bisa mengingatnya. Ataukah masih tidak bisa dibedakan? Bagaimana jika dibandingkan dengan dua puluh tahun yang lalu?

Ayat diatas menunjuk kepada perubahan yang seharusnya terjadi dalam kehidupan rohani umat Kristen dengan bertambahnya waktu. Natal seharusnya adalah waktu yang tepat untuk memikirkan adakah kemajuan rohani kita selama setahun yang telah lewat. Adakah kemajuan dalam iman dan pengabdian kita kepada Tuhan selama sepuluh tahun terakhir? Ataukah kita justru mengalami kemunduran?

Pandemi yang terjadi pada tahun ini sudah membuat banyak orang menjadi lemah secara jasmani maupun rohani. Adanya PSBB, keharusan memakai masker, menjaga jarak, bekerja dari rumah dan bahkan isolasi mandiri memang bisa membuat banyak orang Kristen yang merasa tertekan dan mundur dari iman mereka. Mereka tidak dapat mengerti mengapa Tuhan yang mahakasih bisa membiarkan umatNya mengalami penderitaan seperti ini. Sebaliknya, jika kita teguh dalam iman, kita tidak akan lupa bahwa Tuhan yang mahakuasa tidak mungkin kehilangan kontrol atas seisi alam semesta. Apa yang sudah terjadi, sekalipun tidak kita mengerti, pastilah terjadi dengan seizinNya dan untuk menggenapi rencanaNya.

Pagi ini kita semua diingatkan bahwa seberapa kali kita merayakan hari Natal, sebanyak itulah kita harus tumbuh dalam iman dan pengetahuan tentang Tuhan kita. Adalah menyedihkan jika mereka yang sudah lama mengenal nama Yesus, belum mau mempersilahkan Roh Kudus untuk membimbing mereka agar bisa mengenal Tuhan yang mahakasih dan mahakuasa dengan lebih baik, dan untuk makin mengerti apa yang sudah difirmankanNya. Adalah ironi jika kita yang sudah lama nenjadi orang Kristen masih belum juga dapat menjadi contoh iman yang kuat dalam menghadapi gelombang kehidupan. Biarlah Natal yang kita rayakan tahun ini bisa menjadi stimulus pertumbuhan rohani kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s