Kepada siapa kita bisa berharap?

“Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.” Lukas 9: 1 – 2

Pada saat pandemi ini, banyaklah orang yang sudah terpapar virus Covid-19, dan mungkin kita mengenal beberapa orang yang mengalami berbagai masalah kesehatan dan bahkan meninggal dunia karena hal itu. Sangat menyedihkan bahwa ada banyak orang yang dirawat di Rumah Sakit tetapi kemudian tidak tertolong. Memang Covid-19 ini belum ada obatnya. Tetapi, satu hal yang membesarkan hati ialah adanya vaksin bisa mengurangi kemungkinan tertular, dan juga bisa menghindari keparahan jika tertular. Kita juga tahu bahwa penyakit ini hanya mempunyai tingkat kematian sekitar 2-3% dari jumlah orang yang terpapar, dan tentang hal itu kita percaya bahwa segala seuatu terjadi dengan seizin Tuhan.

Adalah suatu kenyataan bahwa setiap orang di dunia ini tentunya pernah jatuh sakit. Memang, dunia sesudah kejatuhan manusia ke dalam dosa adalah dunia yang penuh masalah dan penderitaan. Alkitab menceritakan berbagai masalah kesehatan yang mengganggu hidup manusia, terutama dalam kitab perjanjian baru, di mana berbagai penyakit sudah disembuhkan oleh Yesus dan murid-murid-Nya.

Sudah tentu bahwa ilmu pengetahuan manusia pada zaman dulu tidaklah seperti zaman ini. Ilmu kedokteran saat itu belumlah berkembang dan dengan demikian orang mungkin lebih bergantung pada doa dan keajaiban untuk memperoleh kesembuhan dari penyakit yang tidak dapat diobati oleh para tabib yang ada.

Kedatangan Yesus ke dunia membawa dimensi baru dalam hal kesembuhan. Alkitab mencatat bahwa Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya (Markus 3: 10). Jika sebelum kedatangan-Nya, orang tidak mempunyai banyak harapan untuk mendapat kesembuhan, Yesus memberi kepastian bahwa sebagai Anak Allah Ia bisa mengalahkan segala penyakit dan bahkan kematian.

Kepada murid-Nya Yesus juga memberikan tenaga dan kuasa untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Memang, dalam paket keselamatan Yesus, Ia mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang. Semua itu dimaksudkan agar orang pada zaman itu bisa mengenal Yesus Sang Juruselamat dan memuliakan Allah Bapa yang mengutus-Nya.

Bagaimana pula dengan keadaan di zaman sekarang? Hal kesembuhan yang ajaib masih kita dengar atau alami, tetapi agaknya tidak sesering dulu. Kelihatannya jarang orang yang menganjurkan kita untuk hanya berdoa dan bergantung kepada Tuhan jika terpapar virus Covid-19. Sebaliknya, kita melihat bahwa banyak penderita virus ini yang menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi banyak juga orang yang memakai berbagai obat pilihan sendiri untuk menghindari atau menyembuhkan penyakit ini. Obat dan perawatan medis tentunya merupakan berkat dari Tuhan, yang memungkinkan apa yang baik untuk bisa dipakai manusia. Yesus yang sudah menyelesaikan tugas penyelamatan-Nya, tidak lagi perlu untuk mengelilingi dunia dan melakukan penyembuhan ilahi seperti dulu.

Sebagian umat Kristen masih percaya bahwa keadaan sekarang masih tetap seperti dulu. Akibatnya, mereka yang sakit mungkin kurang mempercayai ilmu kedokteran, tetapi lebih mengharapkan adanya keajaiban. Selain itu, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa ilmu kedokteran adalah ilmu manusiawi, dan kesembuhan yang paling baik bukanlah melalui ilmu itu, tetapi melalui pengalaman orang lain pada saat ini, dengan kata lain berdasarkan prinsip empiris.

Salahkah jika kita masih mengharapkan pemeliharaan dan kesembuhan ilahi di zaman ini? Tentu tidak! Alkitab menulis bahwa Tuhan tidak berubah. Kasih-Nya tetap sama, begitu juga kuasa-Nya. Jika Ia menghendaki keajaiban terjadi di zaman ini, itu pasti akan terjadi. Kuasa Tuhan ada dan bekerja dalam segala hal, baik itu dalam hal yang kita mengerti maupun dalam hal yang kita kurang mengerti.

Ilmu kedokteran di zaman ini sudah jauh lebih maju daripada apa yang diketahui oleh Lukas, yang pada waktu itu bekerja sebagai tabib (Kolose 4: 14). Lukas yang pada waktu itu mengabarkan injil bersama Paulus, tentunya sadar bahwa dibalik semuanya Tuhanlah yang bekerja. Begitu juga kita yang hidup di zaman modern ini harus percaya bahwa Tuhan tetap memelihara kesehatan kita melalui segala apa yang baik. Ilmu kesehatan dan kedokteran adalah berkat Tuhan yang harus kita syukuri dan bukan sesuatu yang kita abaikan atau hindari.

Pagi ini, adakah masalah kesehatan yang anda hadapi? Percayakah anda bahwa Tuhan tetap peduli akan penderitaan manusia di bumi? Tahukah anda bahwa Ia ingin supaya manusia bisa mengenal-Nya melalui apa yang baik yang sudah diberikan-Nya? Tuhan sudah memberikan berkat-Nya melalui kemajuan ilmu pengetahuan manusia, dan karena itu kita tetap bisa melihat berbagai keajaiban yang dilakukan-Nya termasuk apa yang terjadi melalui ilmu kedokteran. Bersyukurlah bahwa Tuhan itu baik, dan jangan sia-siakan kasih-Nya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s