Siapakah yang sanggup memimpin kita?

“Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.” Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman. 1 Samuel 15: 11

Di mana pun kita hidup, masyarakat di sekitar kita selalu memerlukan adanya pemimpin. Adalah kenyataan hidup bahwa hampir semua makhluk di dunia ini, besar dan kecil, selalu mempunyai pemimpin dalam aktivitas hidup mereka. Pemimpin diharapkan bisa untuk memberi contoh, teladan, pengarahan, penguatan, dan pemersatuan. Pemimpin yang baik disegani musuh tetapi disayangi dan dihormati oleh masyarakatnya.

Untuk memilih seorang pemimpin, umumnya ada prosesnya. Entah melalui kenaikan pangkat, penunjukkan oleh suatu badan atau pemilihan oleh masyarakat. Kalau harus dipilih masyarakat, tiap lingkungan, daerah dan negara mempunyai cara sendiri untuk memilih pemimpinnya. Pemimpin yang dipilih biasanya orang yang populer, dikenal dan disukai oleh mayoritas masyarakat. Mereka yang kemudian terpilih menjadi pemimpin sering kali menjadi tumpuan harapan dan dipuja rakyatnya.

Umat Israel juga pernah merindukan akan adanya seorang raja yang bisa memimpin mereka. Walaupun Tuhan sudah memimpin mereka dari awalnya, mereka masih kurang puas, dan mengingini seorang raja seperti bangsa lain. Raja pertama bangsa Israel, Saul, akhirnya dipilih melalui undian. Pada waktu Tuhan mengangkat Saul menjadi raja, Ia berjanji bahwa kerajaannya akan kokoh untuk selama-lamanya, keturunannya turun temurun akan terus menjadi raja di Israel sampai selama-lamanya. Namun Raja Saul kehilangan kesempatan itu. Dalam ayat di atas tertulis bahwa Tuhan menyesal menjadikan Saul sebagai raja Israel. Tuhan menyesal karena Saul menyalah-gunakan apa yang Ia berikan dan mengabaikan-Nya.

Keadaan dunia saat ini adalah seperti keadaan umat Israel pada waktu itu. Bagaimana tidak? Ancaman pandemi, kemunduran ekonomi, kemungkinan perang dan bencana alam menghantui rakyat berbagai negara. Memang, jika kita memikirkan masa mendatang, kita sadar bahwa tidak ada siapa atau apa pun yang bisa menjamin hari depan kita. Di dunia ini, tidak ada yang baik, tidak ada yang sempurna, tidak ada yang kekal. Harapan kita untuk adanya pemimpin yang bisa membimbing kita melewati keadaan yang sulit saat ini memang harus tetap ada, tetapi lebih penting dari itu kita harus sadar bahwa hanya Tuhan yang dapat memimpin kita dengan pasti menuju hari depan.

Hanya Tuhan yang mahakuasa dan mengerti kebutuhan umat-Nya serta bisa melindungi mereka dari bahaya. Tuhanlah juga yang bisa membimbing para pemimpin kita untuk bisa mengatur jalannya hidup bermasyarakat di tempat kita masing-masing. Sebagai umat Tuhan kita harus sadar bahwa para pemimpin dunia, bagaimana pun hebatnya, tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi esok hari. Karena itu, di saat ini kita harus dengan tidak putus-putusnya berdoa seperti Samuel, memohon agar Tuhan sudi menolong para pemimpin kita. Kita juga harus berdoa agar para pemimpin kita mau memilih jalan yang benar, yang membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s