Kita adalah domba-domba Allah

“Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” Yehezkiel 34: 31

Siapakah anda dan untuk apa anda hidup? Pernahkah anda memikirkan hal ini? Tentunya setiap orang pernah sesekali memikirkannya, tetapi mungkin tidak sampai menemukan jawabannya. Mungkin juga orang mempunyai jawaban tetapi bukan jawaban yang benar. Jawaban yang tidak benar tidak akan mengubah cara hidup manusia secara permanen, sekalipun kelihatannya bisa membawa perubahan. Hanya jawaban yang benar bisa menjamin hidup yang sejahtera sampai akhir. Hanya jawaban yang benar bisa membedakan domba Tuhan yang berwujud manusia, dengan seekor domba yang berwujud hewan.

Menurut Alkitab, dosa adalah pelanggaran hukum. Itu adalah pemberontakan melawan Allah dalam pikiran, perkataan, atau perbuatan (1 Yohanes 3:4). Seekor hewan tidak bisa memberontak melawan Tuhan karena tidak mempunyai konsep tentang Tuhan. Di antara ciptaan Tuhan hanya manusia yang dapat melakukannya.

Seekor hewan tidak mampu berbuat dosa karena mereka tidak diciptakan sebagai agen moral yang independen. Hewan tidak memiliki roh yang abadi yang diciptakan menurut gambar Allah. Hewan tidak memiliki hukum Tuhan yang tercetak di hati mereka dan karena itu tidak mengerti akan apa yang baik dan buruk selain apa yang berasal dari naluri. Seekor hewan hanya hidup sekali, dan setelah mati hidupnya lenyap. Sebaliknya, Tuhan menciptakan manusia dengan keinginan agar Ia dapat hidup kekal bersama ciptaan-Nya.

Untuk setiap manusia, pelanggaran hukum tak bisa diingkari karena hukum Allah tertulis di hatinya (Roma 2:15). Manusia diciptakan menurut gambar Allah dengan roh yang kekal (Kejadian 1:27). Ketika Allah menciptakan Adam, Dia “menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, dan manusia itu menjadi makhluk yang hidup” (Kejadian 2:7). Jiwa yang hidup itu mengandung hati nurani, yaitu pengetahuan bawaan tentang benar dan salah; dan kemampuan untuk membuat pilihan moral itu tetap ada sekalipun di dunia ini ada dorongan untuk berbuat sesuatu yang tidak baik.

Kita sebagai manusia memiliki kemampuan untuk memilih ketaatan pada hukum moral Tuhan, tetapi jika kita memilih untuk mengikuti kemauan kita sendiri, kita merendahkan kedudukan kita sebagai gambar Allah. Untunglah, Allah telah menetapkan pola bahwa, di mana pun ada dosa, Dia membuat jalan untuk manusia – suatu cara yang dengannya manusia dapat dibenarkan kembali bersama-Nya (Kejadian 3:21). Roma 5:20 mengatakan, “Tetapi di mana dosa bertambah, kasih karunia bertambah banyak.” Di mana pun ada dosa, Tuhan menyediakan jalan untuk pengampunan.

Dosa hanya dapat dilakukan oleh dan terhadap agen moral bebas, yang diciptakan menurut gambar Allah. Umat ​​manusia wajib memelihara hukum Allah, yang secara khusus diberikan kepadanya, dan hanya dia yang memikul tanggung jawab atas pelanggaran hukum itu. Tetapi, manusia tidak sanggup untuk membebaskan diri sendiri dari amarah Tuhan. Karena itu, Yesus Kristus datang ke bumi sebagai manusia untuk menjadi korban untuk menebus umat manusia agar kita dapat dibenarkan di hadapan Allah (Filipi 2:5-11; 1 Timotius 2:5).

Ayat di atas menjelaskan siapakah kita ini. Kita adalah domba-domba Yesus, domba gembalaan-Nya, dan Yesus adalah Allah. Yesus yang lahir di hari Natal datang dari Allah dan Allah sendiri. Jika kita mengerti bahwa Yesus adalah Allah yang datang untuk menebus dosa kita, kita tentu akan menghargai Dia di atas segala yang ada. Selanjutnya, jika kita percaya bahwa Yesus adalah Gembala kita, kita tentu tidak ingin menyia-nyiakan hidup kita karena Ia sangat mengasihi kita.

Biarlah dalam menyongsong datangnya hari Natal, kita mau menyadari betapa berharganya diri umat manusia di hadapan Allah, sehingga Yesus perlu datang ke dunia. Karena itu kita harus mau menyerahkan hidup kita ke dalam pimpinan-Nya. Kita percaya bahwa Allah menyertai domba-domba-Nya yang menurut perintah-Nya dalam hidup mereka.

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” Yohanes 10: 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s