Tanggung jawab kita untuk mendidik yang lebih muda

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Amsal 22: 6

Saat ini dunia pendidikan sekolah dasar dan lanjutan di Australia mengalami goncangan. Sebenarnya, keadaan sudah memburuk selama lebih dari 20 tahun. Bukan saja mutu pendidikan merosot, kemampuan belajar para murid pun memburuk. Bukan saja dalam hal belajar ilmu pengetahuan, terapi juga dalam hal belajar berdisiplin dan bersopan-santun. Banyak guru yang memutuskan untuk berganti karir karena tekanan jasmani dan rohani yang tidak tertahankan. Masalah pendidikan ini bertambah serius, karena jumlah orang mau bekerja sebagai guru menjadi berkurang karena gaji yang dirasakan kurang.

Di antara komentar yang muncul, ada beberapa hal yang sangat menarik untuk di simak. Yang pertama adalah kenyataan bahwa sudah lama pendidikan anak di Australia “diperlunak” dengan alasan untuk tidak menyebabkan rasa terpukul terhadap mereka yang kurang berhasil. Guru-guru tidak dapat lagi memakai kata-kata seperti “gagal”, “tidak memenuhi syarat” atau “buruk”. Sebagai akibatnya, banyak orang yang merasa bahwa anak sekolah di zaman ini menjadi kurang serius dalam belajar. Mereka kemudian menyia-nyiakan pelajaran yang diterimanya dengan merasa puas atas hasil “asal lulus” saja.

Kesulitan yang kedua, menurut beberapa tokoh pendidikan adalah berkurangnya peranan orang tua dalam pendidikan anak-anaknya. Banyak orang tua yang karena sibuk dengan pekerjaannya, tidak mempunyai waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Mereka menganggap bahwa pendidikan anak adalah tugas guru di sekolah.

Masalah yang ketiga ialah sulitnya mendapatkan guru-guru yang berkualitas tinggi. Adalah kenyataan bahwa di antara mereka yang masuk ke universitas untuk belajar menjadi guru, banyak yang sebenarnya terpaksa karena tidak bisa memasuki jurusan lain. Lebih dari itu, satu dari sepuluh orang yang belajar untuk menjadi guru sains misalnya, sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk mengajar bidang itu.

Terlepas dari banyaknya kemungkinan penyebab kemunduran pendidikan anak yang dikemukakan orang, adalah kenyataan bahwa di dunia barat peranan orang tua sudah sangat berkurang. Orang tua di zaman ini, cenderung merasa bahwa kebebasan anak adalah penting agar mereka dapat berdiri sendiri di kemudian hari. Ada juga yang merasa bahwa selama kebutuhan keuangan terpenuhi, hidup anak akan terisi kebahagiaan. Hidup anak mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri.

Adalah kenyataan bahwa bentuk dan fungsi keluarga di zaman ini juga sudah berubah sehingga anak-anak mereka tidak lagi merasa perlu untuk belajar dari orangtua. Anak zaman sekarang lebih senang belajar dari teman-teman seumur. Dengan demikian, rasa hormat anak kepada orang tuanya menjadi berkurang dan orang tua mulai kehilangan pengaruh terhadap anak-anaknya.

Berbeda dari apa yang tertulis dalam Amsal di atas, banyak orang tua di zaman ini yang mengabaikan pentingnya kedudukan dan tugas mereka. Mereka kurang menyadari bahwa anak mereka mendengar apa yang diucapkan dan apa yang diperbuat mereka. Mereka kurang berusaha untuk menjadi contoh yang baik bagi generasi muda. Dalam hal ini, orang Kristen pun mudah jatuh dalam perangkap serupa. Lebih dari itu, banyak gereja yang kurang menekankan pentingnya hidup berdisiplin dan menghindari dosa.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan bahwa peranan orang tua (baik orang yang mempunyai anak atau orang yang sudah dewasa) adalah sangat besar dalam pendidikan kaum muda. Pendidikan bukan saja yang menyangkut pengetahuan, tetapi justru lebih penting dalam hal moral dan etika. Orang tua harus bisa memberikan bimbingan yang baik berdasarkan prinsip kasih sesuai dengan firman Tuhan agar anak-anak mereka bisa memakainya seperti sebuah karangan bunga yang indah bagi kepala mereka, dan seperti kalung bagi leher mereka. Generasi muda akan bisa belajar dari generasi sebelumnya, jika mereka bisa melihat nilai dan manfaat dari apa yang diajarkan dan dipraktikkan dalam hidup sehari-hari.

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Mazmur 111: 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s