“Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” Efesus 1:13-14

Bisakah seorang Kristen sejati kehilangan keselamatannya? Kebanyakan orang Kristen pernah menanyakan pertanyaan ini dalam hidup mereka, dan ini adalah pertanyaan yang sangat penting. Jawaban kita terhadap pertanyaan ini berhubungan erat dengan segala sesuatu yang kita percayai mengenai karya penebusan Allah. Jawaban kita terhadap hal ini juga akan sangat menentukan apakah kita mempunyai jaminan keselamatan kita.
Gereja-gereja Reformed biasanya membicarakan doktrin tentang keselamatan ini dengan istilah “ketekunan orang-orang kudus.” (perseverance of the saints). Keselamatan tidak bisa hilang. Namun kita harus berhati-hati dengan ungkapan ini, karena mungkin ada yang menganggap bahwa ketekunan sampai akhir adalah sesuatu yang dicapai oleh orang Kristen dengan kekuatannya sendiri. Pengakuan-pengakuan Reformed dan para teolog Reformed terbaik tidak mengatakan hal ini, namun ungkapan tersebut bisa saja salah didengar dan disalahpahami. Seperti yang akan kita lihat, hanya Tuhan saja yang menjaga kita agar tidak sepenuhnya menjauh dari kasih karunia.
Bagi saya, pertanyaan apakah orang Kristen sejati bisa kehilangan keselamatan adalah agak aneh. Mengapa demikian? Orang Kristen yang sejati adalah orang yang pada saat yang ditentukan Tuhan akan masuk ke surga sebagai orang yang sudah diselamatkan. Orang yang masuk ke surga adalah orang yang benar-benar beriman kepada Kristus. Dengan demikian tentunya ia tidak dapat menjadi orang yang tidak dapat masuk ke surga sebagai orang Kristen yang tidak sejati. Jadi orang Kristen sejati tidak dapat kehilangan keselamatan, jika kata “sejati” diartikan sebagai orang yang pada akhirnya masuk ke surga. Orang yang masuk ke surga tidak dapat menjadi orang yang ditolak untuk masuk ke surga!
Walaupun demikian, argumen saya di atas mungkin akan kurang tepat jika “orang Kristen sejati” diartikan sebagai orang yang pada masa hidupnya mengaku beragama Kristen atau terlihat menjalani kebiasaan orang beragama Kristen. Mengapa demikian? Karena agama bukan iman dan beragama belum tentu beriman. Menurut pengertian Kristen, agama adalah ciptaan manusia, tetapi iman datang dari Tuhan. Jadi mereka yang ke gereja setiap hari Minggu dan berdoa sebelum makan atau tidur, belum tentu orang yang benar-benar beriman.
Perlu dicatat bahwa gereja-gereja Arminian dan Roma Katolik tidak memakai istilah di atas. Gereja Arminian memegang prinsip pelestarian bersyarat dari orang-orang kudus, atau “ketekunan bersyarat dari orang-orang kudus”, atau umumnya keamanan bersyarat (conditional security), adalah keyakinan bahwa orang-orang percaya dilindungi oleh Tuhan dalam hubungan penyelamatan mereka dengan-Nya dengan syarat iman yang tekun kepada Kristus.
Selanjutnya,menurut gereja Roma Katolik, hanya mereka yang benar-benar kudus yang dapat diselamatkan, dan segala dosa berat yang dilakukan sejak saat pembaptisan hingga kematian, jika dilakukan tanpa pengakuan dosa dan penebusan dosa, dapat menjadi penyebab hilangnya keselamatan.
Hilang atau tidak pernah ada?
Penjelasan Reformed yang paling sederhana mengenai doktrin mereka adalah pepatah: “Sekali selamat, tetap selamat” (Once saved, always saved). Alkitab memang mengajarkan bahwa mereka yang dilahirkan kembali akan terus percaya kepada Kristus selamanya. Allah, dengan kuasa-Nya sendiri melalui kehadiran Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita, menjaga atau memelihara orang percaya selama-lamanya. Kebenaran yang luar biasa ini terlihat dalam ayat Efesus 1:13-14, di atas, di mana kita melihat bahwa orang-orang percaya “dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya”. Ketika kita dilahirkan kembali, kita menerima janji kehadiran Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita, yang merupakan jaminan Allah bahwa Dia yang memulai pekerjaan baik di dalam kita akan menyelesaikannya (Filipi 1:6). Agar kita bisa kehilangan keselamatan setelah menerima Roh Kudus yang dijanjikan, Allah harus mengingkari janji-Nya atau mengingkari “jaminan”-Nya, dan hal ini tidak dapat Ia lakukan. Oleh karena itu, orang yang benar-benar beriman akan aman selamanya karena Allah setia selamanya.
Salah satu masalah mengenai doktrin ketekunan orang-orang kudus adalah bahwa penekanan yang berlebihan pada doktrin ini akan mengarah pada “orang Kristen duniawi” yang percaya bahwa karena mereka aman secara kekal, mereka dapat menjalani gaya hidup tidak bermoral apa pun yang mereka inginkan dan tetap diselamatkan. Apalagi, jika serinng dikatakan bahwa kekristenan bukan tentang moralitas karena setiap orang sudah berdosa di hadapan Tuhan.
Tapi itu adalah kesalahpahaman mengenai doktrin dan apa yang diajarkan Alkitab. Alkitab penuh dengan pedoman moral yang berguna untuk proses pengudusan. Seseorang yang percaya bahwa ia dapat hidup bebas sesuai keinginannya karena ia telah mengakui Kristus tidak menunjukkan iman sejati yang menyelamatkan (1 Yohanes 2:3-4). Keamanan kekal kita bertumpu pada ajaran alkitabiah bahwa mereka yang dibenarkan Allah, Dia juga akan memuliakan (Roma 8:29-30). Mereka yang diselamatkan memang akan menjadi serupa dengan gambaran Kristus melalui proses pengudusan (1 Korintus 6:11).
Ketika seseorang diselamatkan, Roh Kudus mematahkan belenggu dosa dan memberi orang percaya hati yang baru dan keinginan untuk mencari kekudusan. Oleh karena itu seorang Kristen sejati akan berkeinginan untuk taat kepada Tuhan dan akan diinsafkan oleh Roh Kudus ketika ia berbuat dosa. Orang Kristen sejati tidak akan pernah “hidup sesukanya” karena perilaku seperti itu tidak mungkin dilakukan seseorang yang telah diberi sifat baru (2 Korintus 5:17).
Jelas sekali, doktrin ketekunan orang-orang kudus menyatakan bahwa jika seseorang benar-benar diselamatkan, ia telah dihidupkan oleh Roh Kudus dan memiliki hati yang baru dengan keinginan yang baru. Tidak mungkin seseorang yang telah “dilahirkan kembali” kemudian menjadi “belum dilahirkan”. Karena kasih-Nya yang unik terhadap anak-anak-Nya, Allah akan menjaga semua anak-anak-Nya aman dari bahaya, dan Yesus telah berjanji bahwa Ia tidak akan kehilangan satu pun domba-Nya. Doktrin ketekunan orang-orang kudus mengakui bahwa orang-orang Kristen sejati akan selalu bertekun dan aman secara kekal karena Allah menjaga mereka tetap seperti itu. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa Yesus, “pencipta dan penyempurna iman” (Ibrani 12:2), mampu menyelamatkan sepenuhnya mereka yang telah diberikan Bapa kepada-Nya (Ibrani 7:25) dan menjaga mereka tetap diselamatkan sepanjang kekekalan.
Kembali ke masalah apakah orang yang tidak diselamatkan itu adalah orang yang kehilangan keselamatannya atau orang yang tidak pernah mendapat keselamatan dari awalnya, itu bukan hal yang perlu diperdebatkan. Banyak ayat-ayat yang mendukung keduanya. Seperti yang sudah tertulis di atas, orang Kristen sejati tidak akan pernah “hidup semau gue” karena perilaku seperti itu tidak mungkin dimiliki seseorang yang telah lahir baru. Dengan demikian, apa yang perlu bagi kita adalah untuk tetap menjalani hidup yang baik, yang berkenan kepada Tuhan, hari demi hari, dengan bimbingan Roh Kudus karena kita sudah mendapat karunia Tuhan untuk itu.
“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” 1 Korintus 15:10