“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” Yohanes 10:27–28

Dalam perjalanan hidup, ada masa-masa ketika orang percaya merasa sangat lemah. Doa terasa berat. Pikiran dipenuhi ketakutan. Hati mudah tersinggung. Bahkan terkadang muncul pertanyaan dalam hati: “Apakah Tuhan masih memegangku?” Pada saat-saat seperti itu, sebagian orang mulai takut bahwa dirinya sudah “dikalahkan” oleh kuasa gelap.
Namun firman Tuhan memberi penghiburan yang kuat. Yesus tidak pernah berkata bahwa domba-domba-Nya tidak akan mengalami serangan. Tetapi Ia berkata bahwa tidak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan-Nya. Ada perbedaan besar antara diserang dan ditawan.
Iblis memang menyerang. Ia menggoda, menuduh, melemahkan, menakut-nakuti, dan mencoba mengguncang iman orang percaya. Tetapi kuasanya tidak mutlak. Orang percaya tetap berada di dalam tangan Kristus. Seorang anak Tuhan dapat terluka, dapat jatuh dalam kelemahan, bahkan dapat mengalami pergumulan rohani yang berat, tetapi bukan berarti ia otomatis menjadi milik iblis.
Yesus sendiri pernah berkata kepada Petrus:
“Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum.” Lukas 22:31
Ungkapan “ditampi seperti gandum” berasal dari proses pemisahan gandum dari sekamnya. Gandum dilempar ke udara dan diguncang oleh angin agar bagian yang tidak berguna tersingkir. Proses itu keras dan mengguncang.
Demikian pula yang ingin dilakukan iblis terhadap Petrus. Ia ingin mengguncang iman Petrus sampai hancur. Ia ingin memperlihatkan kelemahan, ketakutan, dan kesombongan yang masih tersembunyi dalam diri Petrus. Dan memang, tidak lama kemudian Petrus menyangkal Yesus tiga kali.
Tetapi yang sangat indah adalah Yesus tidak berhenti pada peringatan itu. Ia berkata:
“tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” Lukas 22:32
Petrus jatuh, tetapi ia tidak binasa. Ia terguncang, tetapi tidak ditinggalkan. Ia menangis dengan pahit, tetapi akhirnya dipulihkan, dan bahkan dimampukan untuk menolong saudara seiman. Inilah gambaran kasih karunia Tuhan bagi orang percaya. Kita bisa diserang, tetapi tidak ditawan. Kita bisa ditampi, tetapi tidak dibuang.
Kadang-kadang Tuhan mengizinkan masa “penampian” terjadi dalam hidup kita. Bukan karena Ia membenci kita, melainkan karena Ia sedang memurnikan iman kita. Ada kesombongan yang harus dihancurkan. Ada rasa mengandalkan diri sendiri yang harus dilepaskan. Ada iman yang perlu diperdalam agar tidak hanya bergantung pada keadaan baik.
Petrus sebelumnya merasa sangat yakin pada dirinya sendiri. Ia berkata bahwa sekalipun semua murid lain meninggalkan Yesus, ia tidak akan meninggalkan-Nya. Tetapi penampian memperlihatkan bahwa kekuatan manusia sangat terbatas. Setelah melalui kegagalan dan pemulihan, Petrus berubah menjadi pribadi yang lebih rendah hati dan lebih kuat secara rohani.
Sering kali kita juga demikian. Ketika hidup tenang, kita merasa iman kita kuat. Tetapi badai kehidupan memperlihatkan isi hati yang sebenarnya. Penampian rohani bisa datang melalui penderitaan, penolakan, sakit penyakit, kesepian, kehilangan, atau tekanan hidup yang berat. Semua itu mengguncang kita seperti gandum yang dilempar ke udara.
Namun di tengah semua itu, ada penghiburan yang besar: Yesus tetap memegang domba-domba-Nya. Musuh boleh mengguncang, tetapi tidak dapat merebut. Dunia boleh menekan, tetapi Kristus tidak melepaskan tangan-Nya.
Karena itu, ketika sedang berada dalam masa penampian, jangan putus asa. Jangan langsung berpikir bahwa Tuhan meninggalkan Anda. Bisa jadi justru di tengah guncangan itu Tuhan sedang membersihkan iman kita dari sekam-sekam kesombongan, ketakutan, atau kedagingan yang selama ini tersembunyi.
Dan ketika proses itu selesai, seperti Petrus, kita akan mengenal Tuhan dengan lebih dalam dan berjalan dengan iman yang lebih murni.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memegang hidup kami dengan tangan-Mu yang kuat. Ketika kami diserang, takut, dan lemah, tolong kami tetap percaya bahwa kami tidak ditinggalkan. Mampukan kami bertahan dalam setiap penampian hidup, dan murnikan iman kami agar semakin menyerupai kehendak-Mu. Ajarlah kami bergantung kepada-Mu, bukan kepada kekuatan sendiri. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.