Di Manakah Engkau?

Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana;

jika kutaruh tempat tidurku di dunia orang mati,

di situ pun Engkau.

Demikian firman-Mu,

dan aku percaya.

Namun, pagi ini,

di tengah sunyi yang tak terucapkan,

aku bertanya dengan hati yang letih:

Di manakah Engkau, Tuhan?

Kesulitanku begitu besar,

jalanku begitu gelap,

dan beban yang kupikul

terasa lebih berat daripada kekuatanku.

Aku berdoa, tetapi langit seakan membisu.

Aku mencari, tetapi tak kutemukan jawaban.

Aku menanti, tetapi waktu terus berlalu.

Tuhan, mungkinkah Engkau ada di balik semua ini?

Ataukah aku yang terlalu lemah

untuk melihat kehadiran-Mu?

Aku tahu Engkau tidak pernah berjanji

bahwa hidupku akan bebas dari air mata,

bahwa setiap luka akan segera sembuh,

atau setiap doaku dijawab seperti yang kumau.

Namun, bukankah Engkau Allah yang dekat

kepada mereka yang patah hati?

Bukankah Engkau tempat perlindungan

ketika segala sesuatu terasa tak menentu?

Maka, jangan biarkan kesulitanku

menjadi ukuran bagi kasih setia-Mu.

Jangan biarkan keheningan-Mu

kuartikan sebagai ketidakhadiran-Mu.

Dan ketika imanku goyah,

ketika pengertianku terbatas,

ketika aku tak sanggup melihat

apa yang ada di depan,

ajar aku untuk tetap datang kepada-Mu,

meski hanya dengan air mata,

meski tanpa kata-kata,

meski hanya dengan sebuah pertanyaan:

“Tuhan, di manakah Engkau?”

Sebab, mungkin aku belum memahami

mengapa jalan ini begitu berat.

Mungkin aku belum melihat

apa yang sedang Engkau kerjakan.

Tetapi hari ini,

aku tidak meminta untuk mengetahui segalanya.

Aku hanya memohon anugerah-Mu:

berilah aku kekuatan untuk melangkah,

kesabaran untuk menanti,

dan iman untuk tetap berharap,

bahkan ketika harapan itu terasa jauh.

Jika aku tak mampu merasakan kehadiran-Mu,

tolong aku untuk tetap mencari-Mu.

Jika aku tak mengerti jalan-Mu,

tolong aku untuk tetap percaya.

Dan jika pagi ini aku hanya sanggup berbisik,

“Di manakah Engkau, Tuhan?”

Biarlah bisikan itu tetap menjadi doaku,

sampai kelak aku menyadari,

bahwa dalam lembah tergelap sekalipun,

aku tidak pernah berada

di luar jangkauan kasih-Mu.

Amin.

(Di tulis berdasarkan Mazmur 139:8)

Tinggalkan Balasan