Monday blues dan pencegahannya

Banyak orang yang mengalami masalah tiap kali hari Senin karena mereka harus masuk kerja. Dari rasa enggan, sakit badan sampai depresi bisa timbul karena berbagai tekanan yang muncul. Itulah yang disebut sebagai Monday blues atau kesusahan hari Senin.

Seyogyanya, ketika hari Senin datang, kita akan merasa segar dan siap untuk bekerja lagi setelah berlibur akhir pekan. Tetapi, banyak orang merasa bahwa hari Senin adalah hari yang paling “suram” karena mereka harus bekerja lagi. Malahan, seringkali kita merasa bahwa kita memasuki minggu baru dengan kelelahan. Lebih-lebih lagi, ada orang yang merasakan kelelahan semacam itu hampir setiap hari. Mengapa begitu? Dan bagaimana kita bisa mengatasi soal kesussahan hari Senin  ini? 

Menurut ahli jiwa, masalah ini adalah suatu masalah yang bisa menjadi cukup rumit dan tidak mudah menyelesaikannya. Tetapi sebenarnya untuk orang Kristen ada cara untuk menghindarinya sebelum terlambat.

1. Gunakan acara akhir pekan untuk hal-hal yang baik

“Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah.” Keluaran 23:12

Alkitab menjelaskan bahwa setelah enam hari Tuhan bekerja dalam penciptaan alam semesta, Ia beristirahat pada hari yang ketujuh. Begitu pula, Tuhan juga memerintahkan manusia untuk beristirahat pada hari yang ke tujuh.

Kenyataannya, di banyak negara hari Sabtu juga hari libur dan dengan demikian, dalam sepekan ada dua hari libur. Menikmati akhir pekan atau weekend sudah menjadi keharusan. Dari acara olahraga, shopping, arisan, makan di restoran, pesta dan temu kawan sampai acara  ke luar kota. Acara gereja  yang seharusnya memberi kedamaian dan istirahat, sering juga bisa berubah menjadi acara seksi sibuk tidak karuan. Tidak heran, setelah Senin datang tubuh dan pikiran kita jadi capai sekali; apalagi jika kita kurang menyukai pekerjaan kita. Tugas dan pekerjaan hanya terasa seperti beban dan hukuman dan bukannya berkat dan kesempatan.

2. Bekerjalah seperti untuk Tuhan

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23 

Jika kita memang bekerja untuk Tuhan, tentu kita akan mempunyai kemauan yang besar untuk mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati.

Rencanakan segala sesuatu dengan baik, belajarlah untuk mengorganisir segala sesuatu untuk Raja kita. Siapkan acara hari Senin pada hari Jumat sebelumnya. Buatlah daftar apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki dalam tugas-tugas kita. Dengan begitu, hari Senin akan datang tanpa terlalu membawa ketegangan.

3. Bekerjalah sambil bersyukur

“Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” Efesus 5: 20

Kita harus rajin mengucap syukur walaupun mungkin itu bukan atau belum menjadi naluri kita. Ambillah waktu untuk merasakan besarnya kasih Tuhan dalam hidup kita. Jika kita mulai mengalami kesusahan hari Senin mungkin kita bisa mengambil sebuah pinsil dan selembar kertas untuk menulis apa saja berkat Tuhan kepada kita dan keluarga kita sampai saat ini. Alkitab penuh dengan anjuran untuk bersyukur dan merasa cukup dalam karunia Tuhan. Itu adalah sebuah hal yang penting untuk kebahagiaan umat percaya.

Selamat memasuki pekan yang baru!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s