Nasionalisme dalam pandangan Kristen

Galatia 3: 27-28

“Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”


Soal nasionalisme dan kesatuan bangsa agaknya menjadi topik hangat di dunia saat ini. Di Amerika, Eropa dan Asia banyak suara di media yang menggembar-gemborkan yel-yel nasionalis. Banyak orang Kristen yang biasanya apatis ikut jadi bersemangat. Baikkah rasa nasionalis itu?

Soal nasionalisme, kita tentu masih ingat apa yang terjadi sewaktu perang dunia kedua. Sebagian orang Kristen waktu itu percaya bahwa Hitler adalah pemberian Tuhan kepada rakyat Jerman. Rasa nasionalis yang besar membutakan banyak orang Jerman waktu itu.

Ada baiknya kita membedakan dua hal: patriotisme dan nasionalisme. Patriotisme adalah rasa cinta kepada bangsa/negara dan kemauan untuk mendukung perjuangan bangsa/negara untuk kemajuan rakyat. Nasionalisme adalah kebanggaan atas bangsa dan negara yang memberi keyakinan akan kebenaran dan keunggulan bangsa dan negara atas bangsa atau negara lain. Orang yang nasionalis cenderung untuk mengkultuskan golongan atau individu tertentu. Nasionalisme juga bisa menghalangi kita belajar dari orang atau bangsa lain. Nasionalisme dapat membuat kita tuli akan bisikan Tuhan.

Dari hal diatas, terlihat bahwa nasionalisme agaknya selalu akan berakibat negatip. Sejarah membuktikan bahwa rasa nasionalisme ini telah menyebabkan banyak masalah besar di dunia. Dalam sejarah gereja, rasa “nasionalisme” yang merembet ke soal ras/suku juga bisa mengakibatkan perpecahan antar anak Tuhan. Perpecahan antara orang Yahudi dan Yunani, antara majikan dan bawahan dsb. Kalau begitu, bagaimana kita harus bertindak?

Alkitab mengatakan bahwa kita harus tunduk kepada pemerintah dan atasan karena mereka adalah wakil Allah. Jadi wajiblah kita nencintai apa yang ditetapkan Allah. Kita sewajarnya bisa menjadi patriot-patriot Kristen.

Roma 13: 1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.

Tetapi Alkitab juga menunjukkan bahwa Tuhan ada diatas segala pemerintah dan penguasa, dan karena itu kita harus lebih tunduk kepada Tuhan.

Kolose 2: 10 Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Jelaslah bahwa dalam hidup kita, walau kita boleh bangga dan mencintai bangsa/ kelompok kita, kita juga harus selalu mawas diri agar tidak terjerumus dalam prinsip nasionalisme dan kesukuan yang sempit, yang mendukung semboyan “my country, right or wrong”, “my people, right or wrong”,  atau “my church, right or wrong”, tetapi sebaliknya kita harus juga mau menghargai orang/golongan/bangsa lain. Lebih penting dari itu, kesetiaan kita  yang paling tinggi adalah kepada Tuhan, Raja segala raja. Hanya kepada bimbingan  Tuhan kita boleh meletakkan kepercayaan kita dengan sepenuhnya. Kepada Tuhan dan bukan kepada seorang manusia kita percayakan negara kita untuk mengarungi masa depannya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s