Sabar itu subur

“Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran”  2 Korinttus 6: 4

Apa sih artinya ungkapan “sabar itu subur”? Seringkali saya mendengarnya sebagai geguyonan, tapi apa benar kesabaran membuat orang jadi subur? Subur yang bagaimana?

Orang sabar, kata orang, dapat digambarkan seperti pepohonan. Dipangkas cabang daunnya berkali-kali seperti pohon lamtoro gung, di musim hujan akan bersemi kembali. Dikurangi akarnya, seperti pohon kelengkeng yang lama tak berbuah, ia akhirnya berbunga dan berbuah lebat. Kesabaran menghasilkan kesuksesan. Benarkah ini?


Kesabaran di Alkitab PB pada umumnya dikaitkan dengan ketekunan.  Kesabaran bukannya pasip tetapi aktip. Bukan membiarkan segala sesuatu terjadi di sekeliling kita, seperti membiarkan penderitaan, kesesakan dan kesukaran tanpa bereaksi. Kesabaran adalah ketekunan dalam menghadapi persoalan dan dalam usaha mencari penyelesaian.

Sebagai orang Kristen kita menghadapi berbagai tantangan dan masalah kehidupan. Mungkin dalam pekerjaan, sekolah, keluarga, gereja dan negara. Orang Kristen dipanggil untuk bersabar dalam arti tetap tekun dalam berdoa dan bekerja. Sekalipun penyelesaian masalah belum ada, tetapi ketekunan membuat kita tetap percaya bahwa segala sesuatu akan berjalan sesuai dengan rencana Tuhan.

Kesabaran tidak bisa berkembang dalam waktu yang singkat. Kesabaran tumbuh sebagai proses pertumbuhan kedewasaan umat Tuhan. Kesabaran hanya bisa tumbuh dengan kekuatan dari Tuhan.

“…dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar… ” Kolose 1: 11

Selanjutnya, kita juga harus sadar bahwa ujian hidup akan memberi ketekunan:

“sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Yakobus 1: 3

Walaupun kita tahu bahwa kesabaran/ ketekunan akan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, tidak mudah buat kita untuk bisa mempraktekannya dalam hidup kita. Adakah hal-hal yang bisa membantu kita?

Yang pertama adalah hidup bersyukur. Orang yang kurang bisa bersyukur akan merasakan kehidupan yang lebih berat dari yang sebenarnya. Orang yang demikian sering bertanya “mengapa ini harus terjadi padaku?” Sebaliknya, rasa syukur akan membuat apa yang berat menjadi ringan.

“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Filipi 4: 4

Yang kedua, kita harus sadar bahwa segala sesuatu ada sebabnya. Kadang kita mengalami kesulitan supaya kita bisa menjadi saksi atas perlindunganNya dan bisa makin bertumbuh dalam hal-hal yang baik. Kita harus percaya bahwa segala sesuatu akan membawa kebaikan kepada orang yang percaya.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”  Roma 8: 28

Yang ketiga, kita harus sadar bahwa sebagai manusia, kesabaran dan ketekunan kita ada batasnya. Ada saatnya dimana  kita mungkin hanya bisa bertekun dalam penyerahan kepada Tuhan.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” Mazmur 46:10

Kesabaran dan ketekunan dapat menyuburkan pertumbuhan iman kita sehingga kita bisa mengerti bahwa Allah kita adalah Tuhan yang maha kuasa, maha kasih dan maha bijaksana; yang membuat sesuatu terjadi sesuai dengan rencana dan waktuNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s