Mengapa aku sukar berubah?

“Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;” Kolose 3: 9-10


Seperti soal berdusta, kelemahan-kelemahan lain dalam hidup kita rasanya masih banyak terasa. Perubahan hidup yang kita harapkan setelah menerima penebusan Kristus memang seringkali terasa begitu perlahan sehingga bisa menjadi batu sontohan untuk  orang lain. Kitapun sering frustrasi melihat hidup orang lain dan juga hidup kita sendiri. Ciptaan baru dalam Tuhan ternyata sukar mengubah sifat lama. Mengapa begitu? 

Teringat saya akan kunjungan saya ke Canada baru-baru ini. Ikan salmon adalah hasil perikanan utama negara itu.   ikan salmon adalah ikan yang unik. Ikan ini lahir dan tumbuh menjadi cukup besar di sungai berair tawar, tetapi kemudian  pergi menghilir ke laut dan menjadi ikan laut sampai saat dimana mereka merasakan adanya “panggilan” untuk kembali ke tempat mereka dilahirkan.

 

Menjawab “panggilan” ini, Semua ikan salmon kemudian beramai ramai berenang kembali, melalui sungai yang sama, ketempat dimana mereka dilahirkan. Perjalanan ke hulu sungai ini sangat berat karena menentang arus sungai. Perjalanan yang penuh bahaya karena adanya binatang-binatang lain yang mau memakan mereka, termasuk beruang grizzly dan elang botak yang memangsa ikan salmon yang berjuang melawan arus. Sebagian lain ikan salmon tidak dapat memcapai tujuannya karena kelelahan, tersesat atau kandas di tempat yang terasing. Mereka yang bisa mencapai tempat kelahirannya kemudian bertelur dan mati disana. Siklus kehidupan ciptaan Allah yang ajaib!

Seperti itulah kehidupan manusia yang meninggalkan hidup yang bermula tak bercacat sebagai peta dan teladan Allah, tetapi kemudian terseret arus menuju ke laut bebas dan hidup dalam dosa. Tetapi Allah yang mahakasih pada saat yang tepat, memanggil kita untuk kembali menjadi anak-anakNya. Sebagian manusia menjawab panggilanNya dan pada saat itu juga menerima jaminan keselamatan, tetapi sebagian tidak mau menerimanya.

Mereka yang menerima Yesus sebagai juruselamat mereka akan dibimbing Roh Kudus untuk kembali ke cara hidup yang benar. Ini adalah perjuangan berat yang melawan arus dan penuh bahaya. Lebih mudah untuk berbuat dosa daripada menghindari dosa! Terlebih lagi, iblis bagaikan beruang dan elang yang ganas mengincar kita, dan ada berbagai situasi yang bisa melelahkan dan menyesatkan kita. Kapankah kita bisa mencapai tempat tujuan kita, yaitu hidup baik seperti yang dikendakiNya?

Tidak hanya kita, banyak juga saudara seiman yang mengalami perjuangan yang serupa. Hal ini bisa mengecilkan semangat kita karena seperti ikan salmon yang sudah mau berbalik arah, kita mungkin mengharapkan hidup baru kita jadi mudah. Namun kenyataanya  kita harus hari demi hari berjuang melawan arus dunia. Proses penyucian anak-anak Tuhan ternyata adalah proses yang terus-menerus berjalan supaya kita diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khalik kita.

Bagaimana kita dapat berjalan bersama Roh Kudus untuk bisa terus-menerus memperbaharui hidup kita ?

  1. Akuilah bahwa manusia itu lemah dan tidak dapat bergantung pada dirinya sendiri.
  2. Berdoalah agar kita dan orang yang kita kasihi dapat memperoleh kekuatan jasmani dan rohani untuk berubah dan maju dalam iman.
  3. Percayalah bahwa Tuhan yang memberi keselamatan juga memberi kita kesempatan dan sarana untuk mengubah hidup kita.
  4. Kerjakan apa yang difirmankanNya. Pilihlah apa yang baik dan bukan apa yang sia-sia.
  5. Bantulah sesama kita dalam perjuangan mereka dan jangan ragu meminta bantuan dari saudara seiman untuk pergumulan kita.
  6. Bersyukurlah atas keselamatan yang sudah diberikanNya, yang tetap ada dalam keadaan apapun.

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”  1 Tesalonika 5: 18

Satu pemikiran pada “Mengapa aku sukar berubah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s