Berdoalah untuk musuh-musuh kita

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. Matius 5: 44

Ayat diatas adalah ayat yang sangat terkenal karena cukup sering dikotbahkan atau dibahas. Tetapi bagi banyak orang ayat ini juga ayat “teoritis” yang lebih gampang dikotbahkan daripada dilaksanakan. Memang ayat ini membuat kontras dengan berbagai ajaran agama lain yang mengajarkan untuk membalas orang yang menyakiti mereka atau yang menghujat agama mereka. Tetapi, kalau kita tidak bisa melaksanakannya dengan benar, pemakaian ayat ini akan bisa menjadi batu sontohan.

Pertama-tama, kita harus tahu siapa dan apa yang bisa menjadi musuh kita. Musuh kita bisa merupakan musuh internal, yang ada dalam diri kita sendiri,  dan musuh external, yang datang dari luar. Musuh yang dari dalam yang bisa menghancurkan kita adalah berbagai dosa kedagingan seperti kemarahan, kesombongan, kerakusan, dll. Musuh dari luar bisa berupa manusia disekitar kita dengan segala pengaruh dan tindakan mereka. Musuh dari luar yang terbesar yang seringkali merupakan musuh yang terbesar umat Kristen adalah iblis yang bisa membuat manusia jatuh lebih parah lagi dalam dosa kedagingan dan bisa mempengaruhi orang disekitar kita untuk melakukan berbagai kekejian.

Pemakaian ayat di atas tentunya hanya untuk manusia yang disekitar kita. Tuhan Yesus sudah memberikan contoh bagaimana Ia memohon pengampunan untuk orang-orang yang menyalibkanNya (Lukas 23: 34). Begitu pula, Stefanus juga berdoa untuk pengampunan orang-orang yang merajamnya (Kisah 7: 60). Dalam kedua contoh ini, doa disampaikan kepada Allah untuk kebaikan orang yang menyakiti Yesus dan Stefanus. Kita bisa berdoa demikian untuk orang yang berbuat jahat kepada kita agar mereka juga mendapat kesempatan untuk menemukan jalan kebenaran. Kita tentunya juga harus berdoa agar kita tetap kuat dan tabah dalam menghadapi kejahatan mereka karena dengan tenaga  kita sendiri, kita tidak akan bisa bertahan.

Doa untuk musuh kita adalah doa untuk apa yang dibutuhkan mereka saat ini. Secara umum, kebutuhan utama mereka adalah pengenalan akan jalan keselamatan. Mereka yang menjahati kita mungkin belum pernah mengenal Yesus dengan benar. Seperti Tuhan yang mengasihi seisi dunia, kita juga harus mau mengasihi semua orang termasuk mereka yang menyakiti kita dengan mendoakan agar mereka bisa bertobat. Selain itu, ada hal-hal lain yang mungkin dibutuhkan oleh musuh-musuh kita. Ada kemungkinan mereka memusuhi kita karena mereka kurang pendidikan, tidak sadar akan adanya hukum dan etika sehingga mudah dipengaruhi oleh orang lain atau suasana sekitar mereka. Ada juga mereka yang hidup kekurangan, sehingga mereka cenderung untuk jatuh dalam dosa iri hati, mencuri, merusak dll. Kita bisa berdoa untuk kebaikan mereka dan jika itu terjadi akan membawa kebaikan kepada kita sendiri dan masyarakat.

Pelaksanaan doa diatas agaknya lebih sulit untuk orang-orang yang menjahati orang disekitar kita karena kita sendiri tidak mengalami kejahatan mereka secara langsung. Kita mungkin tidak bisa membayangkan kejahatan apa yang sudah mereka lakukan dan apa yang menyebabkannya. Tetapi dalam hal inipun, kita tetap bisa mendoakan agar mereka dapat diperkenalkan kepada Yesus dan bisa bertobat. Dalam hal ini sudah tentu kita harus juga memusatkan doa kita untuk korban-korban kejahatan mereka, agar mereka dilindungi dan dikuatkan Tuhan. Kita harus bisa ikut sehati dengan mereka yang dianiaya dan menderita (Roma 12:15).

Bagaimana dengan orang-orang jahat yang melakukan teror dan kejahatan keji kepada saudara-saudara seiman dan masyarakat umum? Perlukah kita mengasihi mereka dan berdoa agar mereka diberkati? Sekali lagi kita bisa berdoa untuk apa yang dibutuhkan oleh mereka dan korban mereka. Apa yang mereka butuhkan, nomer satu,  adalah Yesus Juru Selamat. Kita bisa berdoa agar dalam keadaan apapun, mujizat Tuhan bisa terjadi, yang bisa membawa banyak orang kepada jalan keselamatan. Mereka yang jahat membutuhkan pengenalan akan hukum dan rasa kemanusiaan dan untuk itu kita bisa berdoa agar aparat hukum dan negara bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Jika mereka membutuhkan perawatan medis/psikologis, biarlah Tuhan menolong menyembuhkan mereka agar tidak lagi membawa bahaya untuk orang lain di masa depan.

Bagaimana jika kejahatan yang keji itu terus berlangsung? Jika kita sudah berdoa untuk perubahan hidup mereka tetapi mereka tetap tidak kunjung berubah, mungkin kita harus berdoa menyerahkan mereka sepenuhnya kepada Tuhan, agar Tuhan memakai apa yang berkenan kepadaNya untuk menghentikan kejahatan mereka. Jika mereka yang jahat itu pada akhirnya akan menemui hukum yang setimpal, kita hanya bisa berdoa agar mereka tidak terlambat untuk menemui jalan keselamatan.

Berdoa untuk musuh kita bukanlah hal yang mudah. Tetapi jelas bahwa kita harus berdoa untuk apa yang mereka butuhkan. Untuk itulah kita harus juga berdoa agar kita diberi kemampuan untuk bisa melihat apa yang mereka butuhkan untuk perubahan hidup mereka.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s