Melek tapi tidur

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.” Markus 13: 35-36

Tidur adalah bagian kehidupan manusia yang sangat penting. Tidur memberi kesempatan bagi semua mahluk untuk beristirahat dan memulihkan kesegarannya. Tanpa tidur yang cukup, tubuh manusia akan menjadi lemah dan bahkan berbagai penyakit akan datang. Tetapi, terlalu banyak tidur mungkin juga membawa penyakit dan mungkin tanda adanya penyakit jasmani ataupun kejiwaan. Apalagi jika seorang tidur terus, itu mungkin pertanda bahwa tubuhnya sudah dalam keadaan sakit berat.

Tidurnya Adam digunakan Allah untuk mengambil rusuk Adam guna memciptakan Hawa, sang pendamping Adam (Kejadian 2: 21). Tidur secara fisik jelas diciptakan Tuhan untuk maksud yang baik walaupun Tuhan sendiri tidak pernah atau perlu tidur karena Dia adalah Roh dan selalu mengawasi anak-anakNya. Walaupun tidur untuk beristirahat adalah baik, tidur yang disebabkan karena pengaruh miras, obat terlarang dan narkoba sering membawa bencana. Lot yang mabuk misalnya, melakukan hubungan terlarang dengan kedua putrinya (Kejadian 19: 33-35). 

Alkitab juga menyebutkan tidur rohani yang lain dari tidur jasmani. Dalam tidur jasmani mata kita tertutup tetapi dalam tidur rohani hati kita tertutup. Dalam tidur badani manusia tidak dapat bereaksi terhadap keadaan jasmani disekitarnya, dalam tidur rohani manusia tidak sadar akan keadaan spiritual di sekitarnya.  Jika tidur jasmani dibekakang kemudi mobil bisa berakhir dengan kematian, begitu juga tidur rohani, sekalipun dengan pikiran dan mata yang terbuka lebar, bisa berakhir dengan kematian spititual.

Mana yang lebih berbahaya, tidur jasmani yang berakhir dengan kematian jasmani, atau tidur rohani yang berakhir dengan kematian rohani? Pertanyaan ini aneh dan mungkin belum pernah kita pikirkan sebelumnya. Tetapi ada banyak contoh dalam Alkitab yang menyebutkan bahwa tidur jasmani, selama itu bukan disebabkan oleh dosa, tidak perlu kita kuatirkan. Tiap orang diberikan kurun waktu kehidupan tersendiri, dan jika waktunya sudah sampai kematian jasmani hanyalah jalan menuju perjumpaan dengan Kristus yang kita kasihi.

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Filipi 1: 21

Sebaliknya, Alkitab berulangkali mengingatkan kita betapa kematian rohani akan berakhir dengan malapetaka, perpisahan abadi antara manusia dan Tuhan. Ayat  Markus 13: 35-36 diatas mengingatkat kita agar secara rohani kita harus tetap berjaga-jaga agar iblis tidak menyesatkan kita dengan berbagai hal seperti kekecewaan, penderitaan, tantangan, nafsu, harta dsb. yang membuat kita menjadi orang kristen zombi yang melek matanya tetapi tidak lagi mempunyai kesadaran akan kebenaran Allah!

“Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati.” Mazmur 13: 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s