Tidurlah intan…

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. Mazmur 4: 8

Mungkin anda masih ingat akan lagu-lagu gubahan almarhum R. Soetedjo juga terkenal di Eropa terutama di Negara Belanda. Misalnya lagu  “Waarom huil je toch Nona Manis”. Semua lagu ciptaan Soetedjo memang nyaman didengar, tetapi yang paling sering saya dengar adalah lagu “Tidurlah Intan”  yang pernah dinyanyikan oleh Waljinah, Broery Marantika, Hetty Koes Endang dll.

Tidurlah Intan, tidurlah anakku manis

Hari sudah malam, pejamkanlah mata

Tidurlah Intan, tidurlah kekasih hati

Esok hari kita bermain kembali


Hal tidur adalah suatu yang penting bagi semua mahluk ciptaan Tuhan. Tidur adalah kesempatan untuk beristirahat, untuk memulihkan kesegaran tubuh manusia. Tuhanlah yang menciptakan sistem istirahat teratur, termasuk istirahat pada hari ketujuh. Kebutuhan tidur dan istirahat mengingatkan kita bahwa kita adalah ciptaan Tuhan dan bukan pencipta alam.

Manusia memerlukan jumlah jam tidur yang cukup menurut umur mereka. Tanpa tidur yang cukup, tubuh manusia tidak dapat berfungsi dengan baik dan akan mudah jatuh sakit. Masalahnya, dalam hidup ini kita sering tidak atau kurang bisa tidur karena berbagai persoalan atau tugas. Kalaupun cukup jumlah jam tidur kita, kualitasnya mungkin kurang baik karena tidak bisa lelap. Masalah ini dihadapi banyak orang di dunia sehingga kasus adiksi obat tidur dan obat penenang bertambah parah.

Mengapa manusia sering tidak bisa tidur? Ada banyak sebabnya. Manusia sering kuatir akan apa yang belum terjadi. Manusia ingin mendapat kepastian tentang masa depan, tetapi merasa tidak bisa menentukannya. Manusia juga sering lemah dan mudah tergoda, tetapi dosa menyebabkan penyesalan atau keterikatan yang mengganggu tidurnya. Manusia juga sering kurang berdisiplin dalam hidup sehingga ritme hidup menjadi acak dan kesehatan mereka tidak terjaga. Manusia juga banyak yang mengalami penderitaan jasmani atau rohani, dan karena itu tidurpun menjadi bagian penderitaan dan kehampaan. Manusia kurang bisa berserah kepada Tuhan yang bisa memberi istirahat yang baik untuk tubuh dan jiwa kita.

Rasul Petrus pernah mengalami saat dimana ia dipenjara dan akan menghadapi pengadilan masa esok harinya. Dalam keadaan demikian, ia tetap dapat tidur nyenyak; sampai-sampai malaikat yang datang harus menepuk Petrus untuk membangunkannya:

Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Kisah Para Rasul 12: 6-7.

Bagaimana Petrus dapat tidur nyenyak dalam keadaan kritis seperti itu? Jelas bahwa ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dengan sepenuhnya.

Jika anda bangun pagi ini dan merasa masih mengantuk, mungkin tidur anda kurang cukup atau kurang lelap. Apapun sebabnya, anda mungkin akan merasa lebih sulit untuk bersyukur kepada Tuhan dan mendengarkan suaraNya. Tubuh yang lelah dan pikiran yang berat seolah membuat tembok pemisah antara kita dengan Tuhan kita. Jika kita tidak dapat memperbaiki gaya hidup kita, masalah kurang tidur ini akan pelan-pelan menghancurkan jasmani dan rohani kita. Karena itu marilah pada pagi ini kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Hanya Tuhan lah yang bisa memberi kita rasa tenang dan aman!

Satu pemikiran pada “Tidurlah intan…

  1. memang u bisa tidur dgn mudah pada malam hari
    adalah anugerah..banyak yg sulit tidur harus minim obat…..

    dan rasa bisa pasrah..adalah hal yg ringan dan indah kalau bisa..,tapi aku sadar u pasrah 100persen masih blum bisa ya…akal budi nya masih ikut ikutan….ngatur hahaha…….

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s