Hidup ber – Vivere Pericoloso

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”  1 Petrus 5: 8


Vivere pericoloso, adalah sebuah ungkapan yang memakai dua kata dari bahasa Italia, vivere (hidup) dan pericoloso (berbahaya).  Dalam bahasa Italia yang benar, ungkapan itu seharusnya berbunyi vivere pericolosamente.   Arti kata-kata ini adalah, “hidup secara berbahaya” atau “hidup menyerempet-nyerempet bahaya”. Di Indonesia, ungkapan ini dipopulerkan oleh Bung Karno pada tahun 1964 sebagai judul pidato kenegaraan pada peringatan HUT ke-19 RI.

Memang di jaman itu orang Indonesia hidup dalam berbagai tekanan, baik sosial, ekonomi dan juga politik. Suasana tegang dan mencekam dan ketakutan akan apa yang akan terjadi menghantui masyarakat. Di jaman sekarang istilah vivere pericoloso itu tidak lagi “ngetrend” sekalipun bahaya dan kekuatiran itu selalu ada dimana saja.

Manusia dari dulu memang sering cenderung   untuk hidup ber  vivere pericoloso.  Pada awalnya Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena berani nyerempet-nyerempet bahaya dengan mendengarkan bujukan si ular. Lot mengalami persoalan karena memilih hidup di Sodom yang dihuni oleh orang-orang jahat tak bermoral setelah berpisah dari Abraham.

Dalam jaman modern, gaya hidup yang nyerempet bahaya juga sering dipunyai banyak orang Kristen. Mereka, karena yakin sudah terpilih untuk diselamatkan, seringkali mengabaikan kenyataan bahwa iblis selalu ingin menjatuhkan mereka, seperti ia ingin menjatuhkan Yesus yang lelah setelah berpuasa 40 hari di padang gurun. Iblis seperti singa yang mengaum-aum, selalu mencari anak-anak Tuhan yang dapat ditelannya.

Sayang bahwa umat percaya sekarang sering mengira bahwa iblis tidak dapat menyentuh mereka. Mereka mungkin mengira bahwa iblis hanya menyerang mereka yang belum beriman kepada Yesus. Sebagian malah tidak percaya kalau iblis bisa menghancurkan tidak hanya kerohanian manusia, tetapi juga bisa memporak-porandakan jasmani manusia, seperti yang terjadi pada Ayub.

Sebagian orang membayangkan bahwa iblis yang mengaum-ngaum itu selalu muncul dalam berbagai bentuk khusus yang menakutkan dan mudah dikenali. Tetapi iblis adalah oknum yang pandai menyamar, yang bisa muncul sebagai sesuatu yang tidak terduga, sehingga manusia bisa terkecoh dan membuat keputusan yang salah. Iblis tidak hanya bisa membawa penderitaan dan malapetaka di dunia; ia juga seringkali muncul dengan janji atau hadiah yang menggiurkan seperti harta, pengetahuan, kekuatan dll. yang bisa menghacurkan manusia secara pelan-pelan.

Bagi anak-anak Tuhan, bahaya serangan iblis adalah lebih besar karena ia akan sangat senang jika bisa menjatuhkan orang-orang yang dikasihi Tuhan. Iblis tahu bahwa ia bisa menyerang orang-orang percaya hanya dengan seijin Tuhan dan sekalipun ia tidak dapat mencuri keselamatan yang sudah diberikan Tuhan, iblis tetap ingin untuk mempermalukan Tuhan jika anak-anakNya jatuh. 

Sebagai orang percaya, kita harus sadar bahwa yang bisa dilakukan iblis adalah membuat berbagai keraguan, kebingungan, kekacauan, godaan dan persoalan dalam hidup orang percaya. Berbeda dengan orang yang belum diselamatkan, iblis tidak bisa memiliki hidup orang percaya. Karena itu, jika kita jatuh dalam dosa, itu adalah tanggung jawab kita sendiri karena dosa yang kita buat sendiri sekalipun dengan pengaruh setan. Buat kita: ada pilihan, ada tanggung jawab.

Hidup menyerempet bahaya memang beresiko tinggi, dan karena itu kita harus sebisa mungkin menghindari semua bentuk godaan, sekalipun itu sepertinya indah dan muncul dalam bentuk berkat dalam hidup kita. Kita harus rajin berdoa dan saling mendoakan agar kita bisa tetap tahan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dan kita wajib melawan iblis dengan iman yang teguh.

“Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”  1 Petrus 5: 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s