Apakah anda fanatik?

“Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” Wahyu 3: 16

Hari Minggu, hari dimana banyak orang Kristen pergi ke gereja. Tetapi tidak semua orang yang mengaku Kristen suka ke gereja. Di Australia, hanya 15% penduduk yang ke gereja sedikitnya sekali sebulan, padahal 60% penduduknya mengaku beragama Kristen. Memang mungkin orang yang benar-benar Kristen agaknya jarang…apalagi yang fanatik.

Orang yang benar-benar menyukai suatu jenis olahraga bisa dikatakan fanatik. Mereka sangat antusias tentang hal apapun yang menyangkut olahraganya. Begitu pula orang bisa menjadi penggemar kelas berat dari jenis film, makanan dan hal-hal lain. Mereka juga bisa disebut kaum fanatik. Kata fanatik sebetulnya bisa punya arti baik – memang kata Latin “fānāticus” berarti “diilhami Tuhan”.

Sayang sekali bahwa kata fanatik sering digunakan untuk menunjuk kepada sesuatu yang ekstrim, lebih dari yang lumrah. Sebagai contoh, Bonek, grup “bondo nekad” penggemar fanatik sepakbola di Indonesia, seringkali terlibat dalam perbuatan-perbuatan yang kurang baik dan bahkan melawan hukum. Walaupun demikian kata fanatik masih sering dipakai untuk menunjuk kepada seseorang yang benar-benar bersemangat, sangat berdedikasi dan setia kepada apa yang disukainya.

Lalu apakah ada orang Kristen yang fanatik? Ada! Tetapi mungkin tidak seorangpun diantara kita yang mau disebut Kristen fanatik. Kenapa gerangan? Mungkin dari pengalaman kita, orang fanatik yang sedemikian tidak mempunyai toleransi kepada orang lain dan selalu merasa dirinya paling benar.

Dalam hal ini, Alkitab menjelaskan bahwa orang yang benar-benar cinta kepada Tuhan akan selalu memprioritaskan Tuhan diatas segala-galanya. Mereka akan berjalan dalam terang Tuhan dalam setiap keadaan. Dari hidup mereka jelas terlihat adanya: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu (Galatia 5: 22-23). Menjadi orang yang benar-benar Kristen adalah menjadi orang pengikut Kristus yang fanatik!

Apakah anda sudah menjadi orang Kristen fanatik? Belum? Tidakkah anda ingin menjadi anggota kelompok orang yang benar-benar beriman? Mungkinkah anda hanya ingin menjadi orang Kristen yang “biasa” yang “normal”? Bukan fanatik? Mungkin anda kuatir kalau-kalau anda menjadi  pengikut agama yang fanatik, yang memusuhi orang yang tidak sepaham, yang siap menggunakan kekerasan untuk membuat orang lain tunduk. Tapi pengikut agama Kristen yang fanatik seperti itu bukanlah  pengikut Kristus yang fanatik. Pengikut agama Kristen belum tentu pengikut Kristus yang sejati!

Jika kita ingat bahwa Yesus begitu fanatik dalam pengurbananNya di kayu salib, kita akan sadar bahwa jika Yesus kurang dari fanatik dalam menaati perintah Allah Bapa, kita akan tetap tinggal dalam kebinasaan. Ayat renungan kita dari Wahyu 3:  16 diatas menunjukkan bahwa pengurbanan Kristus menuntut pengabdian umat Kristen kepada Allah secara penuh, secara penuh, secara fanatik. Jika kita hanya menjadi orang Kristen yang suam-suam kuku, menjadi orang yang hanya menyebut dirinya Kristen tetapi tidak menaati firmanNya, yang masih hidup dalam kepalsuan, kejahatan, dan yang malas untuk berbakti kepada Tuhan bersama saudara seiman, maka kita tidak dapat memperoleh keyakinan yang diisi dengan fanatisme bahwa Kristus hidup dalam diri kita. Hari ini kita diingatkan untuk setia dalam iman kita dan menjadi pengikut fanatik Yesus Kristus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s