Buat apa sih?

“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 1 Korintus 9: 27

Buat apa sih? Pertanyaan ini sering keluar dari mulut atau pikiran kita jika kita diminta atau diajak untuk mengerjakan sesuatu yang mungkin kurang menarik untuk selera kita. Terkadang pertanyaan ini keluar karena kita melihat orang lain yang mengerjakan sesuatu yang nampaknya tidak ada gunanya. Sering juga percekcokan terjadi karena hal ini, antara suami dan istri, antara orang tua dan anak, dan juga antar teman atau kerabat. Karena perbedaan selera dan persepsi.


Dalam bidang olahraga, pertikaian antara atlit dan pelatih dan juga antar atlit sering terjadi karena ketidak-sesuaian pendapat mengenai teknik latihan, persiapan dan pertandingan yang akan diterapkan. Soal “buat apa” juga bertalian dengan disiplin dan kebutuhan. Mereka yang ragu untuk berbuat sesuatu bisa jadi disebabkan karena keengganan/ kemalasan atau kurangnya rasa penting.

Bagi seorang atlit, berlatih untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi adalah perlu. Setiap hari, berbagai bentuk latihan dijalankan sesuai dengan petunjuk pelatihnya. Sekalipun jadwal pertandingan belum pasti seorang atlit yang baik selalu berlatih dan mempersiapkan diri untuk menghadapi lawan yang manapun. Seringkali mereka membayangkan teknik apa yang harus mereka pakai jika mereka menghadapi lawan-lawan tertentu. Seorang atlit juga harus berdisplin dalam hidup terutama dalam hal makan dan istirahat.

Hidup kita sebagai umat percaya dapat disetarakan dengan hidup seorang atlit. Setelah kita menerima Yesus sebagai juruselamat kita, kita sudah masuk dalam tim Yesus. Kita tahu bahwa ada tim lain yang sangat kuat yaitu tim iblis yang terus berusaha mengalahkan tim kita. Tim iblis selalu memakai berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung untuk membuat anggota tim Yesus untuk tidak siap dalam menghadapi pertandingan yang akan datang.

Cara pertama iblis untuk mengacaukan hidup orang Kristen adalah membiarkan mereka menikmati hidup mereka. Anggota tim Yesus yang diberkati dengan kekayaan, kesuksesan, kepercayaan pada diri sendiri dan kenyamanan hidup lainnya akan dibuai dengan bisikan yang membuat mereka tidak lagi mau  berlatih untuk memperkuat iman. Mereka yang terbuai akan lupa bahwa dalam hidup ini ada banyak pencobaan dan marabahaya. Biasanya, jika mereka diingatkan untuk berlatih dalam mempelajari Firman, mereka akan menjawab dengan kata “buat apa sih?”.

Cara lain untuk mengalahkan tim orang percaya adalah membuat mereka tidak mau mendengar apa yang dikatakan oleh pelatih kita, Roh Kudus. Komunikasi kita dengan Tuhan seringkali menjadi sangat jarang, mungkin karena kita sibuk dengan hal-hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan pertandingan kita yang mendatangi. Mungkin hal-hal lain itu kelihatannya baik dan penting, seperti acara kumpul-kumpul dan makan-makan dengan teman dan kerabat, acara kantor dan bahkan acara gereja. Tetapi kalau itu bukan latihan untuk menghadapi pertandingan, tubuh rohani kita tidak akan dikuatkan. Bahkan, tubuh jasmanipun bisa kurang terpelihara. Biasanya,  orang yang sibuk hidupnya seperti itu selalu punya alasan untuk menghindari keintiman dengan Tuhan dengan kata “buat apa bikin repot”.

Tim iblis juga pandai memainkan jadwal pertandingan. Iblis selalu mencari kesempatan dimana kita lengah untuk menyerang. Seringkali orang Kristen terbuai dengan kepercayaan diri yang besar, bahwa mereka adalah atlit terpilih yang sudah pasti selalu menang. Atlit yang lengah akan tidak siap jika tiba-tiba ada pertandingan. Pertandingan hidup sebenarnya bisa muncul sewaktu-waktu, tetapi orang Kristen yang “asal percaya” bukanlah atlit yang baik, yang bisa diharapkan menang dalam pergumulan hidup di dunia. Mereka itu sering menjawab panggilan untuk memperkuat iman dengan jawaban “buat apa sekarang”?

Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai anak Tuhan, kita harus selalu siap untuk menghadapi semua tantangan hidup baik jasmani maupun rohani. Mungkin itu belum terlalu terasa saat ini, tetapi kita harus tetap mau berlatih dalam mempelajari Firman dan memperkuat iman kita setiap hari. Sebagai atlit yang baik kita harus bisa mengantisipasi pertandingan besar apapun yang akan terjadi di masa depan!

 “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Matius 24: 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s