Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN”. Yeremia 23: 16
Menurut definisi umum, nabi adalah seorang manusia yang menerima wahyu Tuhan, dan wahyu yang dimaksud bisa berupa penglihatan maupun suara yang memang berasal dari Tuhan. Jabatan nabi ada dalam Alkitab perjanjian lama karena waktu itu umat Israel tidak dapat berkomunikasi langsung dengan Tuhan.
Orang sering tertarik untuk mendengar apa yang diwahyukan kepada nabi karena itu datang melalui suatu proses yang kelihatannya “supranatural” yakni fenomena spiritual tertentu. Dengan wahyu itu, nabi-nabi bisa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan bernubuat inilah yang membuat manusia hingga sekarang memandang nabi sebagai orang yang istimewa, yang tinggi derajat rohaninya dalam berbagai agama. Karena itu bisa dimengerti kalau diantara umat Kristenpun ada orang yang ingin menjadi nabi dan ingin dipandang sebagai nabi.
Manusia memang dari dulu selalu ingin tahu akan segala sesuatu, ingin seperti Allah – dan itulah yang menyebabkan kejatuhan mereka. Dalam kitab Kejadian kita baca bahwa Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena mereka mau mendengar bujukan iblis yang meyakinkan mereka bahwa dengan memakan buah terlarang, mereka akan menjadi seperti Allah, yang mahatahu (Kejadian 3: 4-5).
Bagi sebagian umat Kristen, kecenderungan mau tahu tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang selalu mendorong mereka untuk memohon wahyu dari Tuhan. Memang Tuhan tetap mau membimbing anak-anakNya dan Ia bisa memberi petunjuk melalui berbagai cara. Walaupun demikian, banyak manusia yang akhirnya jatuh ke dalam dosa yang sama seperti yang dialami Adam dan Hawa.
Mereka yang merasa bisa mendapat petunjuk langsung dari Tuhan sering merasa bahwa Tuhan sudah memberikan kemampuan seperti nabi. Mereka merasa tahu tentang apa yang akan terjadi di masa depan karena mereka adalah anak-anak Tuhan yang dikaruniai karunia istimewa. Mereka adalah orang-orang yang istimewa dan karena itu ada banyak orang yang takjub dan kemudian mengikut ajaran-ajaran mereka.
Mereka yang dianggap “nabi-nabi modern” ini yakin tahu apa yang menjadi rahasia Tuhan dan mengajarkan hal-hal itu kepada orang lain, seringkali berdasarkan pengalaman pribadi yang unik yang tidak Alkitabiah. Mereka sering juga mengajarkan bahwa pengalaman mereka adalah setara dengan firman Tuhan dalam Alkitab.
Sangat menarik bahwa iblis malahan tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan karena hanya Tuhan kitalah yang mahatahu. Iblis juga tidak tahu apa yang ada dalam hati anak-anak Tuhan. Tuhan saja yang tahu apa yang sebenarnya ada dalam hati Ayub (Ayub 1: 11). Iblis tidak tahu kapan dunia akan berakhir tapi dia akan mencoba menerka dan sebisa-bisanya akan membuat kekacauan. Jika sekiranya iblis percaya atas apa yang diberitakan nabi-nabi modern ini, pastilah iblis akan juga tahu banyak rahasia Allah.
Nabi-nabi palsu ternyata bukan ada di jaman sekarang saja. Yeremia 23: 16 diatas mengatakan bahwa dari dulu sudah ada orang-orang yang hanya memberi harapan yang sia-sia, yang hanya mengungkapkan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut Tuhan. Mereka ini mengambil keuntungan karena adanya kelemahan manusia yang hakiki yaitu adanya keinginan untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan agar dapat menentukan nasibnya sendiri. Karena itulah banyaklah orang yang memuja nabi-nabi palsu ini. Banyak diantara mereka menjadi “superstar” yang tidak hanya masjhur, tetapi juga kaya-raya!
Mungkin kita tidak pernah menjadi pengikut “nabi-nabi besar” dari jaman ini. Tetapi ada banyak orang Kristen yang terperangkap dalam ajaran orang lain yang menyebarkan pengalaman pribadi yang istimewa. Dalam hal ini, mungkin juga kita ikut menyebarkan berita-berita dan nasihat-nasihat yang tidak berdasarkan Alkitab itu dan dengan demikian sudah menjadi seperti nabi juga!
Hari ini, firman Tuhan datang sebagai peringatan yang tajam kepada semua umatnya. Yesus pernah mengingatkan bahwa kita harus berwaspada terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepada kita dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas (Matius 7: 15). Mungkin sebagian diantara kita tidak mudah percaya hal itu, tetapi Paulus mengatakan bahwa bukanlah suatu hal yang ganjil jika pelayan-pelayan iblis menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran (2 Korintus 11: 15). Untuk kita sendiri, memang mudah untuk menjadi seperti nabi, tetapu resikonya jelas terlalu besar!
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Matius 7: 22-23