Kacang ora ninggal lanjaran

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Roma 5: 12

Ada pepatah Jawa yang berbunyi “ Kacang Ora Ninggal Lanjaran” yang arti literalnya adalah kacang panjang selalu tumbuh mengikuti arah turus bambu penyokongnya. Peribahasa ini diambil dari kenyataan bahwa kacang panjang tidak bisa tumbuh dan berbuah dengan baik tanpa turus tempatnya memanjat. Sebab, apabila dibiarkan saja, tumbuhnya akan merambat di tanah sehingga pembungaan dan pembuahannya kurang sempurna. 

Pepatah ini menunjukkan bahwa perilaku orang tua biasanya ditiru oleh anak-anaknya, dan karena itu haruslah orang tua berhati-hati agar selalu memberi warisan perilaku kepada anak-anak mereka yang bisa berguna bagi kehidupan masa depan mereka.

Faktor “nurun” dari orang tua ke anak ini tidak hanya dalam hal kemiripan perilaku, tetapi juga dalam segi biologis seperti sifat, kemampuan fisik dan kecerdasan, dan untuk itu seringkali orang menggunakan pepatah yang sama. Sudah barang tentu, kemiripan anak dengan orang tua itu tidak bisa 100%, karena adanya berbagai faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.

Serupa tapi tak sama dengan pepatah diatas, dalam ayat Roma 5:12 dikatakan bahwa semua orang sudah berdosa karena kita mewarisi dosa dari awalnya, ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Jelas bahwa seperti mereka telah berdosa, semua manusia sudah berdosa dari lahir. Seperti Adam dan Hawa, kitapun cenderung untuk melenceng dari jalan yang dikehendaki Tuhan. Kacang ora ninggal lanjaran!

Pandangan Kristen tentang hakikat manusia yang berdosa dari lahirnya ini bertentangan dengan pendapat umum dalam masyarakat bahwa bayi yang dilahirkan tidak berdosa dan bahwa dosa adalah sesuatu yang didapat dari lingkungan. Dunia sering mengajarkan bahwa lingkungan yang baik menjauhkan manusia dari dosa dan bahkan banyak guru-guru dan motivator yang mengajarkan bahwa semua manusia pada hakikatnya baik. Jika manusia memilih turus lanjaran yang baik, ia akan tumbuh baik juga. Tetapi turus apa yang bisa mengubah manusia berdosa menjadi manusia yang sempurna?

Dengan dosa turunan itu sebagai “modal”, tiap-tiap orang selalu berbuat dosa tiap hari. Sekalipun orang kelihatannya baik dan selalu berbuat baik, tidak ada seorangpun yang sempurna di hadapan Tuhan. Dosa manusia selalu bertambah banyak dengan bertambahnya waktu. Hidup yang baik bagaimanapun jika tidak untuk kemuliaan Tuhan Sang Pencipta adalah dosa. Harapan apa yang kita punya untuk bisa menghilangkan dosa-dosa itu?

Karena dosa Adam dan Hawa, semua manusia tidak dapat lahir sebagai mahluk yang benar dan tidak berdosa. Karena semua manusia mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa, kita tidak bisa dengan kekuatan sendiri menghentikan dosa dan pengaruhnya dalam hidup kita, sekalipun kita ingin untuk berubah. Turus apapun yang ada di dunia, selalu membuat si kacang tumbuh ke arah yang salah!

“Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.”   Roma 7: 18

Kenyataan hidup yang sedemikian memang bisa membuat manusia kecewa. Ada yang kecewa bahwa orang Kristen masih juga sering terlihat hidup dalam dosa. Dan ada orang Kristen yang hidup dalam penyesalan karena sekalipun mereka berusaha keras untuk menghindari dosa, tetap saja mereka berbuat dosa setiap hari. Memang seperti kacang panjang yang tumbuh kearah yang ditentukan oleh turus penyokongnya, kita tidak bisa beganti arah kecuali turus penyokong hidup kita diganti dengan turus yang benar, yang bukan buatan manusia. Hanya melalui iman kepada Yesus, kita bisa mendapat pengampunan atas dosa-dosa kita dan memperoleh bimbingan Roh Kudus untuk bisa berubah dari hidup lama kita. 

Dengan digantinya turus lanjaran, si kacang bisa tumbuh kuat ke arah yang benar dan berbuat banyak sekalipun ia tetap kacang yang dasarnya adalah tumbuhan yang lemah. Ini adalah karunia Tuhan semata dan bukan pilihan manusia.  Kacang sendiri tidak dapat mengganti turus lanjaran, hanya petani yang bisa. Manusia hanya dapat dibenarkan dan bisa menuju kearah keselamatan karena inisiatif Allah Bapa, melalui pengurbanan darah Kristus.

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”  Yohanes 14: 6

Pagi ini, jika kita menyadari betapa lemahnya hidup kita, dan bagaimana kita cenderung untuk jatuh dalam dosa, marilah kita berdoa untuk bimbingan Tuhan. Agar Dia yang menopang kita, dan mengarahkan kita ke jalan yang benar. Walaupun kita lemah dan cenderung untuk tumbuh menyimpang dari arah turus penyokong kita, marilah kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan agar Ia tetap mengarahkan kita kembali untuk bertaut dengan Yesus juruselamat manusia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s