Resiko rumah kosong

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5: 8


Di Australia, berita tentang rumah yang dirusak penghuni liar sudah bukan barang baru. Pemilik rumah yang baru kembali dari libur panjang, menemukan rumahnya sudah diobrak-abrik orang. Ada juga rumah sewaan yang kemudian dihancurkan oleh penyewanya. Semua itu terjadi karena kurang berhati-hati. Rumah yang ditinggal tanpa pengawasan atau rumah yang disewakan tapi jarang diperiksa. Kekosongan rumah menyebabkan kedatangan orang yang tidak diundang, dan absennya pengawasan menyebabkan perusakan rumah oleh penghuni liar.

Seperti rumah tempat kita tinggal, Alkitab menerangkan bahwa tubuh kita adalah rumah Allah, bahkan bait suci yang didiami Allah. Lebih dari itu, tubuh kita bukan milik kita lagi karena kita telah dibeli dengan harga lunas yaitu darah  Kristus.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”  1 Korintus 16: 9

Ketika seorang bertobat dan  menerima Yesus, maka Roh Kudus bekerja dalam orang itu dan membersihkan hidupnya seakan sebuah rumah yang sudah dibersihkan dari berbagai sampah dan kerusakan. Rumah yang sudah lama didiami oleh penghuni liar itu sekarang menjadi milik Tuhan. Iblis, penghuni liar yang sudah membuat kerusakan dan kekacauan, sudah diusir dan sekarang berkeliling mencari tempat lain.

“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.” Matius 12: 43

Sebagai orang yang diberi pinjaman rumah oleh Tuhan, sudah barang tentu kita harus memelihara rumah itu dengan baik-baik. Rumah Tuhan itu harus dijaga kebersihannya dan dipakai untuk hal-hal yang disukai oleh Roh Kudus yang menghuniNya. Kita tahu bahwa rumah yang dihuni oleh Roh Kudus tidak akan dimasuki pengacau atau penghuni liar.

Dalam kenyataannya, sekarang ini banyak orang Kristen yang tidak mau terbebani dengan urusan menjaga rumah Tuhan, yaitu tubuh dan hidup mereka. Mereka merasa bahwa sebagai pemilik rumah, Tuhan terasa terlalu “cerewet”.  Sebagai orang yang harus merawat rumahnya, banyak orang yang mendambakan kemerdekaan dari tugas-tugas yang ditentukan Roh Kudus. Apalagi, sebagai manusia modern yang sibuk, mereka sendiri sudah merasa terbebani dengan berbagai masalah. Juga, godaan duniawi membuat banyak orang Kristen yang menelantarkan hidup mereka.

Begitu banyak orang Kristen sekarang ini yang berusaha mencari ketenangan hidup dengan berbagai meditasi dan aktivitas kedagingan lain yang seringkali merupakan suatu usaha untuk mengosongkan hidup dari pengaruh Tuhan. Dengan pikiran yang kosong, mereka berharap untuk mendapat kedamaian. Sayang sekali, dengan mengosongkan diri umat percaya pada hakikatnya telah mengosongkan rumah Tuhan, yaitu diri kita sendiri dari Roh Kudus. Pikiran kita tidak lagi terpusat pada kewajiban kita untuk menjaga tubuh kita, rumah Allah. Lebih parah lagi, kita bisa tidak sadar bahwa karena Roh Kudus sudah tidak lagi suka untuk tinggal dalam hidup kita, bahaya yang besar akan mendatangi.

Iblis adalah ibarat penghuni liar yang ingin menempati hidup kita. Ia selalu mengembara mencari kesempatan untuk kembali menduduki kehidupan anak-anak Tuhan. Ia jugalah yang ganasnya seperti singa yang siap masuk dalam kehidupan manusia dan menelan mereka yang hidupnya kosong atau dikosongkan dengan sengaja dari bimbingan Tuhan. Kekosongan hidup kita dan keteledoran dalam menjaga tubuh kita akan mengundang kembali penghuni liar, yang akan  merusak rumah Tuhan yaitu kita sendiri.

“Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.” Matius 12: 44

Pagi ini biarlah kita ingat agar dalam keadaan apapun, jangan sampai kita mendukakan Roh Kudus yang mendiami hidup kita. Jangan sampai kita mengosongkan hidup kita dari bimbinganNya. 

“Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Efesus 4: 30

Marilah kita makin giat menjaga kehidupan kita agar kita makin dikuatkan dalam perjuangan hidup kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s