Harta surgawi ternyata ada di bumi!

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” Matius 6: 19-20

Soal mengumpulkan harta dan usaha menjadi sukses adalah masalah yang mungkin sering didiskusikan di kalangan umat Kristen. Ayat diatas menunjuk kepada perintah kepada orang Kristen agar tidak mengumpulkan harta duniawi yang tidak abadi, tetapi sebaliknya mengumpulkan harta surgawi yang kekal. Kepuasan hidup tidak datang dari harta duniawi yang mudah lenyap, tetapi dari harta surgawi yang tidak bisa hilang.

Yesus mengajarkan agar kita mengumpulkan harta di surga tetapi tidak secara langsung menjelaskan harta apa yang dimaksud dan bagaimana cara mengumpulkannya. Karena itu, harta ini mungkin sering digambarkan serupa dengan benda-benda berharga yang pernah kita lihat, tapi lebih indah. Mereka yang mengumpulkan harta surgawi akan hidup dalam kenyamanan di surga. Itu jugalah yang diajarkan banyak agama-agama lain. Benarkah begitu?

Kehidupan di surga tentunya lain dengan kehidupan dunia; kita tidak akan membutuhkan apa-apa untuk hidup disana. Karena itu kita tidak perlu  mencari bekal untuk ke surga karena di rumah Tuhan tentunya segala sesuatu sudah tersedia. Tambahan lagi, untuk mereka yang setia dalam hidup di dunia, ada tersedia karunia khusus di surga (Matius 10: 42). Sekalipun kita bisa mengumpulkan segala yang indah, pastilah itu tidak sebanding dengan apa yang dimiliki Allah di surga (Wahyu 21: 21).

Manusia mencari harta dan kesuksesan di dunia ini sebenarnya dalam usaha untuk mencari kebahagiaan dan kepuasan. Tetapi dari ayat diatas kita tahu bahwa semua itu sia-sia. Untuk mencari kebahagiaan selama hidup di dunia ini kita tidak boleh menggantungkan diri pada harta atau kesuksesan kita, tetapi sebaliknya harus memakai hal-hal itu untuk kemuliaan Tuhan dan untuk mengasihi sesama kita:

“Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Lukas 12: 33-34

Ayat ini jelas menyatakan perlunya untuk kita dalam hidup ini untuk melepaskan diri dari belenggu harta dan kesuksesan duniawi agar hati dan hidup kita siap untuk dipusatkan kepada Tuhan. Agar kita dapat memperoleh kebahagiaan yang langgeng.

Harta dan kesuksesan tidaklah abadi, tetapi pengaruhnya bisa sangat besar dalam hidup kita. Harta dan kesuksesan duniawi bisa datang sebagai berkat Tuhan, tetapi juga bisa menjadi penguasa hati dan hidup kita. Harta dan kesuksesan bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, tetapi juga bisa menjauhkan kita dari Tuhan dan sesama. Harta duniawi adalah hati yang diisi kerakusan dan ketamakan. Tetapi harta surgawi adalah hati yang diisi rasa syukur kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia.

Pagi ini, tantangan untuk kita adalah bagaimana kita bisa mengubah sikap dan pandangan kita terhadap harta dan kesuksesan di dunia ini. Selama harta dan kesuksesan duniawi mengontrol hidup kita, kesempatan untuk mengumpulkan harta surgawi dalam bentuk hati yang penuh rasa syukur kepada Tuhan dan kerinduan untuk memuliakan namaNya serta kemauan untuk mengasihi sesama kita tidak akan ada. Akibatnya, kebahagiaan hidup kita di dunia ini akan sulit dicapai. Kita harus sadar bahwa hidup surgawi sudah bisa dirasakan oleh semua orang percaya selama hidup di dunia jika saja mereka mau membiarkan Tuhan untuk menguasai hati dan pikiran mereka! 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s