Siapa pernah ke surga?

“Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” 1 Korintus 13: 12

Sering kita mendengar ungkapan yang menyatakan bahwa “Surga itu di bawah telapak kaki ibu”. Kata kiasan tersebut mengabarkan betapa kita wajib menaati dan berbakti pada seorang ibu, bila kita ingin meraih surga.


Dalam lingkungan Kristen, kata kiasan ini tidak populer. Walaupun demikian, masalah ke surga itu sangat menarik untuk semua orang Kristen. Dalam Alkitab, sejak mulanya dinubuatkan bahwa Yesus akan datang dari surga ke dunia untuk menyelamatkan mereka yang percaya. Surga sebenarnya ada dibawah telapak kaki Yesus.

“Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!” Amsal 30: 4

Karena Yesus sudah mengalahkan maut, kita wajib menaati dan berbakti  kepadaNya, bila kita ingin meraih surga.

Karena hanya Yesus yang pernah turun dari surga untuk hidup di dunia dan kembali ke surga untuk dipermuliakan di sebelah kanan Allah Bapa, tidak ada seorangpun di dunia ini yang tahu bagaimana keadaan di surga dengan sepenuhnya.  Memang ada beberapa nabi dan rasul yang pernah melihat surga, seperti Daniel, Paulus dan Yohanes; tetapi apa yang mereka lihat adalah sebuah cuplikan yang terbatas dan tidak sempurna. Apalagi, penglihatan dan pengalaman seperti yang tertulis itu tidaklah mudah untuk menafsirkannya. 

Sangat menarik bahwa Paulus menyebutkan penglihatan surgawi yang dialaminya, yang mungkin sehubungan dengan peristiwa dimana ia hampir mati dirajam di Listra, tanpa pernah memakainya untuk menjadi dasar penginjilannya. Ia tidak mau menjadikan hal-hal itu untuk suatu yang bisa membuat jemaat meninggikan dia sebagai orang yang “istimewa”. Memang surga bukan di bawah telapak kaki Paulus.

“Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.” 2 Korintus 12: 6.

Lalu bagaimana pula dengan adanya orang-orang Kristen yang mengaku bahwa mereka sudah pernah ke surga dan bahkan menjumpai Tuhan? Ini hal sensitif yang sering diperbincangkan umat Kristen. Sepanjang sejarah gereja, ada orang-orang yang mengaku pernah diangkat ke surga, melihat keadaan di surga dan berbincang-bincang dengan Tuhan. Umumnya mereka mengalami penglihatan, mimpi atau kejadian lain, dimana mereka dipisahkan dari keadaan nyata yang disekelilingnya. Pengalaman mereka seringkali disampaikan dari mimbar gereja atau melalui buku yang mereka tulis. Sebagian dari mereka menjadi orang yang sangat terkenal dan mempunyai banyak pengikut yang mungkin mempunyai pengalaman serupa.

Memang lumrah kalau umat Kristen ingin tahu bagaimana keadaan di surga. Pengharapan kita adalah untuk melihat kemegahan surga dan untuk bertemu dengan Tuhan setelah usai tugas kita didunia. Jadi pengalaman-pengalaman itu memang berguna untuk mereka yang mengalami sendiri dan orang-orang lain yang  tertarik akan fenomena spiritual. Tetapi ada orang-orang yang mempertanyakan apakah hal-hal seperti itu adalah benar-benar dari Tuhan sendiri. Mereka juga mempertanyakan motivasi pemberitaan itu. Tentunya kita tahu bahwa Tuhan dulu menyatakan hal-hal semacam itu hanya kepada orang tertentu yaitu nabi dan rasul dan semuanya sudah tertulis dalam Alkitab.

Suatu hal lain yang menarik perhatian adalah bahwa fenomena penglihatan surgawi di jaman ini dialami bukan hanya oleh orang Kristen. Orang beragama apapun ada yang pernah mengalaminya. Gejala NDE (near death experience, pengalaman hampir mati) dan OBE (out-of-the body experience, pengalaman keluar dari tubuh) banyak dilaporkan di berbagai media. Gejala- gejala ini semuanya tidak alkitabiah. Apalagi ada praktek OBE yang bisa membuat orang keluar dari tubuhnya dengan melalui ritual tertentu. Selain adanya kemungkinan hubungan hal-hal ini dengan dunia roh, ada juga kemungkinan hubungannya dengan segi psikologis dan medis.

Dalam Alkitab ada tertulis bahwa tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Tetapi, sekalipun kita ingin untuk melihat kebesaranNya,  kita tidak perlu untuk ke surga untuk menjumpaiNya. Dia hidup sebagai Roh dalam diri kita yang percaya.

“Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.” 1 Yohanes 4: 12

Dalam hal ini, jika kita mendengar kesaksian mereka yang pernah ke surga dan berjumpa dengan Allah dan malaikatNya, ada beberapa pertanyaan yang harus kita pikirkan, antara lain:

  • Apakah mereka yang mengalami pengalaman itu benar-benar anak Tuhan?
  • Apakah kesaksian mereka itu untuk memuliakan Tuhan atau diri sendiri?
  • Apakah isi kesaksian itu sesuai dengan isi Alkitab dan bukan mencari sensasi?
  • Apakah pengalaman itu dipakai sebagai alat utama untuk menginjil?
  • Apakah orang datang ke gereja hanya karena terrarik akan hal-hal semacam itu?

Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai orang beriman kita harus memakai Alkitab sebagai pernyataan kebenaran Tuhan. Bahwa Firman Tuhan harus menjadi pokok satu-satunya untuk penginjilan. Sebagai orang Kristen kita ke gereja bukan untuk mendengarkan pengalaman pribadi seseorang, tetapi untuk mendengar firman Tuhan. Tidak ada seorangpun yang bisa menganggap dirinya lebih istimewa dari yang lain di hadapan Allah. Melalui penebusan darah Kristus semua orang percaya menjadi anak-anak Allah yang bisa memanggil Tuhan sebagai Bapa yang di surga. Marilah kita kembali berpegang kepada Injil kebenaran seperti yang dinyatakan dalam Alkitab! 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s