Belajar dan bekerja sampai mati

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” Mazmur 119: 105

Adalah suatu yang menarik bahwa semua mahluk di dunia ini selalu bekerja dalam hidup mereka. Tetapi, sangat mengherankan bahwa hanya manusia yang perlu belajar untuk melakukan atau mengerjakan segala sesuatu. Manusia tidak bergantung kepada nalurinya, tetapi pada otaknya. Manusia perlu belajar dari yang lain dan mengajar orang lain. Belajar dan mengajar. Learning and teaching. Belajar dan bekerja. Learning and working.

Berapa lama manusia ini harus belajar dalam hidupnya? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Untuk pendidikan formal, mungkin suatu negara menargetkan setidaknya semua penduduk bisa lulus SMP atau SMA. Untuk menjadi sarjana S-1 mungkin perlu belajar lagi 3-5 tahun setelah lulus SMA. Belum lagi tambahan pendidikan untuk mencapai S-2  dan S-3. Setelah lulus universitas, banyak orang yang tetap harus belajar untuk memertahankan ijin praktek kerja mereka.

Bagi mereka yang kurang senang belajar, memang keharusan untuk duduk membaca, memikir, mempelajari, membandingkan dan mengingat bahan pelajaran itu terasa berat. Mereka mungkin lebih senang untuk bekerja secepat mungkin. Tetapi, dalam bekerja mereka sering juga tetap harus belajar dari orang disekelilingnya dan juga dari pengalamannya.

Sebagai orang Kristen, semua orang pernah belajar firman Tuhan. Sebagian diantara kita mungkin pernah menerima paket ringkas pengenalan tentang Allah, Yesus dan keselamatan, dan kemudian menerima panggilan anugerah Tuhan. Sebagian yang lain harus mempelajari paket lengkap tentang  teologi, perbandingan agama dll sebelum mau percaya kepada Yesus Kristus. Tetapi ada juga yang setelah lama belajar mendalami panggilan keselamatan Tuhan, tetap tidak bisa memilih jalan yang benar.

Banyak orang Kristen yang merasa bahwa hidup itu cukup dengan iman yang sederhana. Asal percaya dan hidup dalam kebenaran, cukuplah. Kalau mereka yang mempelajari Alkitab secara mendalam belum tentu hidupnya baik, mengapa kita harus bekerja keras untuk mendalami firmanNya? Bukankah Yesus jelas-jelas tidak menyukai orang Farisi dan Saduki? Orang Kristen seharusnya mementingkan hidup baik dan menjalankan perintah Tuhan dan tidak menghabiskan waktu untuk mendalami arti firman, begitu mungkin pendapat sebagian orang. 

Sebagai orang Kristen memang kita harus berjalan di jalan yang benar. Hidup kita terus berjalan dan sebagai orang percaya kita harus bisa bekerja untuk memuliakan Tuhan. Memang perbuatan kita bisa dilihat orang lain dengan jelas, jalan yang kita tempuh lebih bisa menyatakan keKristenan kita di dunia ini. Tetapi jika kita mengabaikan kesempatan untuk mendalami apa arti firmanNya, kita akan mudah tersesat ke jalan yang keliru. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku, begitu pemazmur menulis dalam Mazmur 119: 105. Tanpa memakai pelita Firman, kita akan mudah salah jalan. Tanpa mendalami firman Tuhan, kita akan mudah terperangkap dalam keyakinan semu bahwa hidup kita sudah sesuai dengan perintahNya.

Pagi ini kita diingatkan bahwa selama hidup kita harus mempertahankan kompetensi kita sebagai orang yang sudah diselamatkan. Kita tidak boleh mengabaikan panggilan untuk mempelajari Firman. Untuk bisa hidup benar kita harus lebih bijaksana dari orang dunia. Kita juga harus lebih cerdik dari iblis. Sebagai orang Kristen kita tidak saja harus bekerja di ladangNya, tetapi tetap juga harus mau belajar setiap hari. Belajar dan bekerja,  belajar dan mengajar, adalah tugas kita sampai Tuhan memanggil kita.

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.” Efesus 3: 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s