Kita paham kalau bisa salah paham

“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” Roma 12: 10

Bayangkan jika anda memiliki sifat mahatahu dan mahabijaksana. Apapun yang dilakukan orang lain terhadap anda, anda tahu sebabnya dan anda bisa mengerti apa tujuannya. Anda tidak perlu menduga-duga, curiga atau salah paham. Baik atau buruk perangai orang, anda tahu semuanya. Jadi salah paham tidak perlu terjadi.

Kesalahpahaman adalah masalah yang  menyedihkan tetapi sering terjadi karena keterbatasan manusia. Kita sering tidak atau kurang mengerti keadaan, sifat dan cara hidup orang lain dan karena itu kita hanya dapat menduga-duga. Seringkali, dugaan kita menimbulkan prasangka, kecurigaan, kekuatiran, ketakutan dan bahkan kebencian. Ini bukan saja terjadi di dalam masyarakat dan negara, tetapi juga di antara anggota keluarga dan gereja. Seringkali masalah ras, agama dan suku juga dimulai dengan kesalahpahaman. Sebagai akibatnya,  pertikaian, perkelahian dan peperangan bisa terjadi.

Apa solusi salah paham menurut Alkitab? Solusi yang bisa kita baca dari ayat diatas kelihatannya terlalu sederhana: kasih. Jika kita mempunyai kasih dan rasa hormat, kesalahpahaman tidak akan bertumbuh menjadi sesuatu yang tidak terkontrol. Penyelesaian yang terlalu simplistik menurut anda?

Salah paham tidak bisa sepenuhnya dihindari atau dihilangkan dalam keluarga, masyarakat, agama dan negara.  Ini yang harus kita pahami, bahwa salah paham itu adalah bagian dari kehidupan manusia sekalipun mungkin kita tidak menyadarinya. 

Memang dengan kemajuan pendidikan, kesadaran sosial, etika dan hukum manusia bisa lebih terbuka dan toleran satu kepada yang lain; tetapi semua itu ada batasnya. Kebijaksanaan dan pengetahuan manusia dalam bidang apapun adalah terbatas, sekalipun itu datang langsung dari Tuhan. 

“Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.” 1 Korintus 13: 9

Hanya dengan kasih kita bisa mengatasi persoalan yang disebabkan oleh salah paham. Bagaimana itu mungkin? Bukankah sebagai manusia kita juga terbatas dalam kemampuan untuk mengasihi?

Tidak seperti kemampuan manusia yang lain,  kasih itu bisa dan harus berkembang menjadi sempurna dalam diri setiap umat Kristen karena Yesus sudah menunjukkan apa kasih itu. 

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” 1 Yohanes 4: 18

Karena itulah kita harus paham bahwa salah paham yang menyebabkan kekuatiran dan ketakutan adalah kelemahan manusia yang hanya bisa diatasi oleh kasih yang adalah kekuatan dari Tuhan sendiri.

Pagi ini kita diingatkan bahwa usaha kita untuk menghilangkan kesalahpahaman di antara umat manusia itu ada batasnya. Kita tidak dapat menghilangkan semua salah paham di dunia. Salah paham dalam keluarga dan gereja adalah lumrah. Tetapi kita pasti dapat mengatasi semua akibat salah paham dengan kasih seperti yang ditunjukan oleh Yesus Kristus.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.” 1 Korintus 13: 4-5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s