Sabar untuk bisa sabar

“Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.” 2 Korintus 6: 4

Salah satu hal yang paling tidak saya sukai dalam hidup ini ialah terjebak dalam kemacetan di jalan raya. Walau ini tidak terjadi sesering di Indonesia, kemacetan di beberapa motorway di Australia sering dialami sewaktu jam sibuk di pagi atau sore hari. Sewaktu saya tinggal di kota Sydney, kota yang terbesar di Australia dengan penduduk sekitar 5 juta, kemacetan ini pernah menjebak saya – selama 1 jam lebih saya harus duduk dalam mobil yang berhenti. Benar-benar hilang kesabaran saya.


Dalam Galatia 5: 22-23 dikatakan bahwa salah satu buah Roh adalah kesabaran. Kata Yunani yang dipakai dalam ayat ini adalah makrothumia yang terdiri dari kata makros (panjang) dan thumos (watak). Jadi makrothumia bisa diartikan sebagai watak atau sifat manusia yang tahan hantaman. Seorang yang punya kesabaran seperti itu akan tahan menghadapi kesukaran, tantangan, ancaman dan serangan yang ada di sekelilingnya. 

Memang tiap orang dilahirkan dengan karakter yang berbeda, dan ada orang yang lebih sabar dari orang yang lain dalam hidup bermasyarakat. Tetapi, dalam menghadapi penderitaan hidup, kesabaran yang berbentuk makrothumia adalah hal yang langka. 

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5: 22-23

Kesabaran juga bisa diartikan sebagai kemampuan untuk menerima keadaan yang tidak menyenangkan tanpa mengeluh. Kesabaran berlawanan dengan emosi, kekecewaan, kemarahan dan kekalapan.

Sebagai umat Kristen mungkin kita terkadang menyesali ketidaksabaran kita dalam hidup ini. Kita tahu bahwa seperti Tuhan yang sabar dalam menantikan manusia untuk kembali kepadaNya, kitapun harus mempunyai kesabaran dalam menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan.

 “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” 2 Petrus 3: 9

Dalam hal ini, Tuhan dengan sabar juga menunggu agar kita bisa berubah dari hidup lama kita yang sering terisi dengan berbagai gejolak emosi, kekecewaan, kemarahan dan bahkan kenekadan yang sia-sia, yang bisa menyebabkan kematian rohani – hilangnya kedekatan kita kepada Tuhan. Ia menginginkan agar kita bisa menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepadaNya.

Menyadari kegagalan kita untuk bersabar dalam menghadapi tantangan hidup memang bisa membuat kita frustrasi. Mungkin juga kita merasa sedih bahwa buah Roh yang kita harapkan tidak terlihat tumbuh subur dalam hidup kita. Tetapi memang kesabaran harus terus ditumbuhkan selama ada tantangan hidup.

Kesabaran tumbuh sebagai proses pertumbuhan kedewasaan umat Tuhan, dan karena itu kita harus bersyukur karena selama ada tantangan, kita bisa makin menumbuhkan kesabaran kita. Kesabaran tidak bisa dipisahkan dari buah Roh yang lain, terutama kelemahlembutan dan penguasaan diri. Dengan adanya tantangan hidup, kita makin sadar bahwa kesabaran, kelemahlembutan dan penguasaan diri hanya bisa tumbuh subur kalau kita dekat kepada Tuhan.

Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai orang percaya, kita tentu ingin mempunyai kesabaran yang tinggi, yaitu makrothumia. Jika kita merasa bahwa itu masih sulit dicapai, kita tidak boleh putus asa. Memang untuk mendapat kesabaran semacam itu kita ternyata harus sabar dan tetap bersemangat untuk menjalankan tugas kehidupan kita.

 “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” 2 Timotius 4: 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s