Stress penyebab damai

“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Ibrani 12: 11

Tidak dapat disangkal bahwa hidup manusia itu sering diisi dengan berbagai tantangan. Kesulitan, kekurangan, penyakit dan berbagai macam penderitaan bisa kita alami selama hidup di dunia. Sekalipun  kita hidup jujur, bekerja keras dan berusaha hidup sehat, selalu ada kemungkinan bahwa ada hal-hal jelek  datang menimpa. 

Untuk setiap manusia, adalah umum kalau mereka bertanya mengapa kesusahan harus datang kepada mereka. Mengapa orang tak beriman dan bahkan orang jahat kelihatannya justru hidup enak? 

“Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.”  Mazmur 73: 3

Sebagian mungkin merasa bahwa Tuhan itu tidak adil. Karena pengalaman hidup malah ada orang yang  tidak yakin  bahwa Tuhan itu ada. Hidup yang demikian seringkali sangat terasa berat dan menyebabkan timbulnya stress yang tinggi dan hilangnya rasa tenteram dan damai. Hari demi hari dilewati dengan rasa kuatir atau penyesalan tentang kebutuhan, keamanan, kesehatan, keluarga, pekerjaan, dll. 

Menurut ilmu psikologis, stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Manusia bisa hancur hidupnya karena tidak adanya rasa damai. 

“Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah.” Mazmur 31: 10

Memang manusia yang hidup di dunia yang sudah jatuh dalam dosa tidak bisa terluput dari segala penderitaan. Jika Galatia 5 : 22 meyebutkan bahwa orang percaya akan berbuah berbagai kebaikan termasuk rasa damai, itu kelihatannya tidak mudah terjadi dalam hidup kita. 

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5:22-23

Bagaimana mungkin kita merasa damai kalau tidak ada kedamaian disekeliling kita? Sekalipun kita kaya, kuat dan muda, stress umumnya disebabkan faktor eksternal yang bisa menaklukkan hidup kita dari dalam.

Pagi ini, sebagai anak-anak Tuhan, kita harus yakin bahwa Tuhan memegang kendali seluruh alam semesta. Tuhan tidak mencobai kita, tetapi Ia mungkin membiarkan kita mengalami kesulitan agar kita bisa terlatih dalam iman. 


Untuk memperoleh ketenteraman hidup, kita tidak perlu mengharapkan adanya kedamaian disekitar kita, tetapi kita harus bergantung kepada Roh Kudus yang ada didalam kita. Jika kita memberikan kesempatan kepada Roh untuk menguasai hidup kita, segala masalah akan bisa kita hadapi dengan ketenangan dan keyakinan bahwa Tuhan beserta kita. 

Memang tiap-tiap masalah yang kita alami pada mulanya akan mendatangkan stress. Tetapi kemudian kita akan memperoleh pengalaman berharga, yaitu pengalaman pribadi tentang kebesaran kuasa Tuhan dalam hidup kita. Inilah yang bisa memberikan rasa damai sejati kepada mereka yang dilatih oleh Tuhan!

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”  Filipi 4: 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s