Sukacita bukan sementara

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Yohanes 15: 11


Apakah anda berbahagia? Apakah anda puas akan hidup anda? Pertanyaan itu mungkin pernah anda terima dari orang lain, atau muncul dalam pikiran anda sendiri. Pertanyaan ini tidak mudah menjawabnya, karena setiap orang umumnya mempunyai hal-hal yang kurang menyenangkan, yang kurang memuaskan, dalam hidupnya. Lebih dari itu, karena dinamika kehidupan, apa yang baik dan menyenangkan hari ini bisa berubah menjadi sesuatu yang kurang menyenangkan esok hari. Kekayaan, kepandaian, kedudukan, kesehatan, keharmonisan keluarga dll. bisa hilang sewaktu-waktu. 

Kebahagiaan dalam hidup manusia memang sulit didefinisikan. Apakah kebahagiaan itu ada jika lebih dari separuh hidup kita terisi dengan hal-hal yang menyenangkan? Ataukah jika kita pernah mengalami hal yang luar biasa menyenangkan setidaknya sekali seumur hidup? Atau jika kita mengakhiri hidup kita dengan rasa puas? Untuk tiap orang, definisi kebahagiaan berlainan, sehingga kebahagiaan manusia tidak mudah dibandingkan satu dengan yang lain. 

Kebahagiaan atau sukacita dikatakan sebagai salah satu buah Roh yang terjadi setelah kita menjadi pengikut Yesus (Galatia 5: 22). Sukacita yang dimaksudkan disini adalah sukacita yang benar-benar abadi. Bagaimana hal ini dapat kita peroleh di dunia yang fana ini? Ini tidak dapat dijelaskan dengan pengertian duniawi.

Untuk bisa mempunyai sukacita abadi, kita tidak boleh dibatasi oleh waktu. Kenyataannya, ada waktu tertentu kita  dapat merasakan kebahagiaan, tetapi itu selalu ada akhirnya. 

Untuk mengalami kebahagiaan abadi, kita tidak boleh dibatasi oleh keadaan disekeliling kita, tempat tinggal kita. Mungkin kita pernah merasakan sukacita ketika kita tinggal di satu tempat, tetapi kita tidak dapat mempertahankan sukacita itu di tempat kita yang sekarang.  

Yang sering dilupakan orang adalah kenyataan bahwa sekalipun mereka dapat mempertahankan waktu dan tempat dimana mereka  pernah  merasakan kebahagiaan itu, sukacita tidak berlangsung selamanya jika mereka tidak  memperoleh apa yang benar-benar membahagiakan.

Kebahagiaan orang Kristen yang terbesar adalah karena Yesus Kristus sudah datang untuk menyelamatkan mereka yang percaya. Hukuman dosa adalah kematian, tetapi dalam Yesus ada pengharapan bahwa  kita akan hidup disatu tempat dimana waktu dan keadaan tidak lagi membatasi kemampuan kita untuk menikmati kebahagiaan hidup bersama Tuhan kita. Dimana dan kapan?

Selama ini mungkin  kebahagiaan dalam Yesus belum dapat sepenuhnya kita rasakan. Tetapi pagi ini kita diingatkan bahwa Tuhan sebenarnya sudah memberikan kebahagiaan dengan sepenuhnya. Tuhan memungkinkan kebahagiaan abadi bisa kita nikmati sekarang juga dan disetiap saat karena:

  • Karunia keselamatan yang sudah kita terima.
  • KasihNya yang selalu menyertai kita di setiap saat dan keadaan.
  • BimbinganNya dimanapun kita berada melalui Roh Kudus.
  • Pertumbuhan iman yang kita rasakan dalam pergumulan hidup setiap hari

Satu hal yang sering kita lupakan adalah bahwa kebahagiaan sebagai buah Roh akan terjadi dengan keputusan kita sendiri dalam hidup kita. Itu tidak tergantung pada keadaan dan usia kita. Jika kita mau taat kepada Tuhan dan membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, kita dapat merasakan sukacita abadi mulai sekarang sampai selama-lamanya.

“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.” Roma 15: 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s