Apakah aku orang baik-baik?

“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” Roma 7: 19

Sewaktu saya masih kecil, seringkali saya mendengar bahwa harapan orang tua untuk anak-anaknya adalah agar mereka menjadi “orang baik-baik”. Dalam soal mencari menantupun mereka ingin mendapat orang baik-baik, biarpun tidak kaya atau pandai. 

Di jaman sekarang, jarang saya temui orang tua yang membanggakan anak menantunya karena mereka adalah orang baik-baik. Biasanya mereka senang menceritakan keberhasilan anak menantu dalam karir dan keuangan. Malahan di beberapa gerejapun, hal kesuksesan lebih didengung-dengungkan daripada hal menjadi orang baik.

Kalau benar bahwa hal  menjadi orang baik-baik itu sudah dianggap kuno, mungkin ada beberapa alasan manusia sebagai penyebabnya:

  1. Semua orang pada waktunya akan menjadi orang baik.
  2. Baik atau buruk kita tidak bisa memilih.
  3. Orang yang terlalu baik biasanya tidak sukses.
  4. Orang yang benar-benar baik itu tidak ada.
  5. Kebaikan itu tidak bisa dibanggakan.
  6. Baik atau buruk itu berubah menurut keadaan jaman.
  7. Baik atau buruk itu adalah soal pribadi.
  8. Semua orang juga berbuat yang sama.
  9. Kita masih lebih baik dari orang lain.
  10. Hanya Tuhan yang benar-benar baik.

Dalam Galatia 5: 22-23 dikatakan bahwa buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Kebaikan (bahasa Yunani agathosune) disini berarti watak atau sifat moral yang baik, yang berusaha tanpa pamrih untuk membuang apa yang jelek dan menggantinya dengan apa yang baik, baik dalam diri sendiri, orang lain dan juga dalam masyarakat, negara atau dunia.

Biarpun kesadaran moral itu penting, manusia di jaman ini bisa bersembunyi dibalik penampilan keren atau rohani untuk menipu pandangan orang di sekitarnya. Mereka yang punya sarana dan kemampuan, cenderung memakainya untuk mengejar kesuksesan dan kepuasan untuk diri sendiri dan anak-cucunya tanpa memikirkan hukum Tuhan atau kepentingan orang lain. 

Sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa hal menjadi orang yang mempunyai kebaikan sebagai buah Roh Kudus adalah sangat penting, karena tanpa kebaikan kita belum benar-benar mengenal Allah.

“Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.” 3 Yohanes 1: 11

Mereka yang dengan sengaja memilih jalan yang curang, melanggar hukum, mengabaikan etika, menelantarkan kesehatan, menyalahgunakan kedudukan, mengumbar hawa nafsu, menyebarkan kebencian, menipu orang lain, menelantarkan lingkungan dsb. adalah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai orang yang mengaku percaya, hidup kita seharusnya memancarkan kebaikan yang berasal dari Tuhan. Kebaikan sebagai salah satu Buah Roh. Memang itu bukan soal mudah karena manusia hakikatnya lemah.  

Bukan apa yang kita kehendaki, yaitu yang baik, yang kita perbuat, melainkan apa yang tidak kita kehendaki, yaitu yang jahat, yang sering kita perbuat. Itu juga yang kita lihat dalam masyarakat, bahwa semua orang sudah mengabaikan pentingnya prinsip-prinsip kebaikan. Tetapi kita tidak boleh putus asa dalam mendekatkan diri kita kepada Tuhan, agar api Roh Kudus makin membesar dalam hidup kita.

I am weak, but Thou art strong;

Jesus, keep me from all wrong;

I’ll be satisfied as long

As I walk, let me walk close to Thee.

Kau perkasa, ‘ku lemah,

jauhkan ‘ku dari cela.

Hatiku amat tent’ram

asal aku dekat padaMu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s